LHOKSUKON – Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal, tewas akibat ditikam oleh anggota komplotan penyelundup narkoba, di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, dini hari.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, S.H., mengatakan, Brigadir Faisal tewas saat menjalankan tugas dalam upaya menggagalkan penyelundupan narkoba di Pantai Bantayan. (Baca: Ini Kata Kabid Humas Polda Aceh Tentang Brigadir Faisal Tewas Ditikam di Pantai Bantayan)
Pantauan portalsatu.com/, Minggu pagi, jasad Brigadir Faisal dimandikan di Polres Aceh Utara dan disalatkan di musala dalam kompleks polres setempat. Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin kemudian memimpin upacara penghormatan diiringi letusan senjata api ke udara.
Sekitar pukul 11.45 WIB, menggunakan ambulans milik Polres Aceh Utara, jenazah Brigadir Faisal diberangkatkan ke rumah duka di Gampong Rambong, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meuredu, Pidie Jaya.
Kepergian Brigadir Faisal akrab disapa Birong untuk selamanya meninggalkan duka mendalam bagi rekan seprofesinya di Polres Aceh Utara. “Bang Birong itu sangat baik dan setia. Jika ada teman yang kesusahan atau dalam masalah, Bang Birong dengan cepat membantu,” kata Brigadir Amrizal, rekan kerja Birong di Satreskrim Polres Aceh Utara, dihubungi portalsatu.com/, Minggu sore.
Amrizal akrab disapa Ambo menambahkan, “Bang Birong tidak melihat senioritas. Dia sangat peduli dengan kita semua, meski anggota di bawah angkatannya”.
Secara terpisah, Bintara Unit (Banit) III Satreskrim Polres Aceh Utara, Brigadir Teuku Arie Andi, mengatakan, “Saya sudah mengenal Birong sejak tahun 2005. Kami sudah bersama sejak awal pendidikan karena seangkatan di Polri. Birong itu sosok yang ceria, supel dan setia kawan. Meski wajahnya tampak sangar, tapi hatinya dangdut dan lembut. Kami sangat kehilangan sosok Birong”.
Birong juga dikenal humoris. “Dia itu bisa menghidupkan suasana, sangat humoris. Saya memanggil Faisal bukan dengan sebutan Birong, tapi ‘si Robot’. Saya panggil begitu karena badannya seperti robot. Dia itu anak didik saya sewaktu magang dulu, sekitar tahun 2005. Saya secara pribadi sangat merasa kehilangan, tidak ada lagi teman bercanda yang bisa membuat tertawa meski sedang susah,” ujar Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Aceh Utara, Aiptu Rustam.[]



