Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaSri Mulyani: Rakyat...

Sri Mulyani: Rakyat Perlu Tahu Aset Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa semakin maju sebuah negara, terlihat dari pengelolaan asetnya. Dan, masyarakat perlu tahu aset negaranya.

“Negara yang makin maju tercerminkan dari bagaimana negara dapat mengelola asetnya,” kata Sri Mulyani dalam acara Revaluasi Barang Milik Negara (BMN) di Aula Dhanapala, Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Selasa (29/8/2017).

Sri Mulyani bilang, pada 2007, saat pertama kali Indonesia menyusun neraca perdagangan, neraca tersebut belumlah sempurna. Nilai aset hanya tercatat Rp229 triliun. Lantaran banyak aset yang belum teregister. Setelah 10 tahun, sesuai laporan BMN 2016, nilai aset melejit hingg Rp2.188 triliun.

“Rakyat perlu tahu bahwa banyak sekali operasi pemerintah yang didanai oleh keuangan negara, itu menghasilkan aset-aset negara yang luar biasa penting. Sebagian besar dari aset tersebut adalah Barang Milik Negara, yaitu tanah, gedung, bahkan alutsista (alat utama sistem pertahanan) serta infrastuktur” kata Sri Mulyani.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, setiap aset negara yang dihasilkan dari operasi pemerintah dibukukan, diadministrasikan, ditertibkan sertifikatnya, dan ditertibkan valuasinya. “Untuk kemudian dilakukan yang disebut the best and the highest used dari aset tersebut. Artinya, aset-aset dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. set harus bekerja,” papar Sri Mulyani.

“Kami minta Dirjen Kekayaan Negara untuk bekerja sama dengan seluruh K/L (Kementerian/Negara). Untuk itu, kami undang seluruh K/L pada pagi hari ini untuk terus-menerus melakukan kampanye mengenai penggunaan aset secara produktif agar mereka tidak hanya berguna untuk negara tetapi terutama untuk masyarakat,” kata Sri Mulyani di depan Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam acara ini.

Lebih jauh, Sri Mulyani memaparkan revaluasi aset ini pertama kali dilakukan pemerintah pada tahun 2007-2010. Ia berpendapat, penting bagi suatu negara untuk mengelola keuangan negara yang baik, seluruh lini di neraca perdagangan harus reliable sehingga negara memiliki laporan keuangan negara yang mencerminkan kondisi keuangan beserta neraca yang paling baru dan kredibel.

Namun demikian, dua aset negara yang paling penting dan tidak dapat dinilai di dalam neraca perdagangan adalah masyarakat yang produktif, inovatif, sehat, cerdas serta institusi yang efisien dengan tata kelola yang bersih dan melayani. Ia mengungkapkan, pemerintah sedang berupaya mewujudkan Nawa Cita yang ditanamkan Presiden Joko Widodo.[]Sumber:inilah

Baca juga: