BANDA ACEH – Pascakelompok bersenjata Nurdin bin Ismail alias Din Minimi turun gunung, kondisi Aceh saat ini sangat kondusif. Apalagi Pemerintah Pusat akan menepati janjinya memberi amnesti kepada kelompok Din Minimi.
Demikian disampaikan Pengamat Intelijen dan Staf Ahli Bidang intelijen Menteri Pertahanan, Dr Wawan Hari Purwanto, usai menjadi narasumber dialog “Terorisme dan Radikalisme” di gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, Jumat, 15 Juli 2016.
“Dari hasil rapat di DPR juga menunjukkan keseriusan untuk menjaga kondisi Aceh, dan kita harapkan kondisi kondusif ini akan memberikan konstribusi kepada aksi-aksi selanjutnya, karena Aceh sudah jenuh dengan pertikaian,” kata Wawan.
Rektor Sekolah Tinggi Intelijen Negara ini mengatakan setelah konflik sejak 1976, rakyat Aceh sekarang sudah merasakan perdamaian dan merasakan kehidupan politik yang membaik.
“Ini artinya mereka diberi keleluasaan untuk tampil di Pemilukada Aceh dan keleluasaan partai lokal untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Namun harus tetap mengacu pada perjanjian Hesinki,” ujar Wawan.
Wawan meminta agar generasi muda terus diingatkan pada waktu susah dulu, kala berbenturan dengan kekerasan, sehingga kedepan generasi muda lebih berfikir masa depan bukan masa lalu lagi.
“Aceh harus berfikir untuk pencerahan masa depan yang lebih baik lagi,” ujarnya.[](bna)


