SINGKIL – Meski sudah tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil dilanda banjir kiriman sejak seminggu terakhir namun belum bisa dikatakan status darurat karena belum ada warga mengungsi dan arus transportasi masih tergolong lancar.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Sulaiman ST di Singkil, Selasa 22 November 2016 ketika ditanya terkait kondisi banjir yang sedang melanda wilayah paling ujung barat selatan tersebut.
“Beberapa hari ini masih kategori belum darurat, karena banjir yang melanda tidak menghambat arus transportasi dan tidak ada masyarakat yang mengungsi,” kata Sulaiman.
Ia menyebutkan sesuai keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) status banjir baru bisa dikatakan darurat apabila akses transportasi lumpuh dan warga sudah mulai mengungsi.
“Apabila arus transportasi terputus dan sembako tidak masuk maka suatu daerah itu sudah darurat, ” ujar Sulaiman.
Ia menjelaskan kondisi banjir yang sedang melanda Kampung Teluk Rumbia dan Ranto Gedang, Kecamatan Singkil. Kedua desa itu tergolong dataran rendah dan status bencana juga belum diputuskan.
“Status bencana banjir di dua desa itu belum diputuskan, tapi nanti malam pihak BPBD, Dinsosnakertran, dan pihak kecamatan akan musyawarah mengenai status dua kampung yang sering dikurung banjir Itu,” ungkapnya.
Salah seorang warga Kampung Teluk Rumbia, Zulkarnen mengatakan banjir kiriman kembalibmelanda wilayah Rantau Gedang dan Teluk Rumbia sejak Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB dengan ketinggian air sekitar selutut dan sepaha orang dewasa.
“Walaupun rumah penduduk sedikit lebih tinggi karena rumah model panggung. Namun satu dua rumah ada juga air sampai ke lantai. Aktivitas warga di sana harus pakai perahu,” katanya.[]



