Saya memberi dua tugas pada putra saya. Satu tugas promosi usaha. Satu pengembangan dirinya. Sengaja penjelasan saya tidak detail. Setelah seminggu, saya tanyakan.
“Belum, Yah. Udah saya buka, sih. Tapi bingung apa yang Ayah suruh. Sedang urusan satu lagi sibuk sekali bolak balik kampus, jadi belum sempat” ucapnya.
Padahal, kedua tugas itu berurusan dengan internet. Artinya, kapan saja bisa dikerjakan. Dan dia perjelas ke saya.
Sahabat!!!
Situasi ini sering dialami siapapun. Kita terlalu fokus pada rutinitas. Sehingga menjadi kehilangan kreativitas. Kehilangan mendapat value atau pembelajaran.
Padahal, hal-hal kecil yang terkesampingkan boleh jadi punya peluang melejitkan kita. Terhadap hal-hal yang belum jelas, seharusnya kita berusaha kuat mencari. Atau tabayyun ke sumber terkait.
Ada banyak orang kehilangan sesuatu. Sebabnya mendapat sesuatu yang mengasyikkan. Atau menyibukkan dan menyita waktu. Lumrah sih sebenarnya. Tapi ingat kita makluk sosial. Dan semua saling terhubung dan terkait.
Putra saya abai menindaklanjuti perintah ayahnya. Ini sesuatu yang salah dan fatal sebenarnya. Menurut dia tahu saya tidak akan marah. Tapi dia lupa saya sedang mengujinya tentang tanggung jawab. Perintah yang dia iyakan, tidak dikerjakan. Maka dia telah memberi saya menilainya.
Kasus lain sering kita temukan. Misalnya, kehilangan pergaulan tradisional kita. Sebabnya kesibukan aktivitas kita. Atau status sosial kita yang naik tingkat. Kita punya pergaulan baru sebab status sosial baru.
Tentu sah-sah saja. Namun, Anda harus ingat ada sesuatu yang temporer. Misalnya, status atau naik kelas disebabkan jabatan. Ini ada akhirnya. Ketika ini berakhir, pergaulan yang dibentuk baru karena jabatan sangat mungkin hilang.
Sementara pergaulan lama telah Anda tinggalkan dan abaikan. Hasilnya, Anda segan kembali ke komunitas tradisional. Atau malah Anda akan diabaikan disana.
Maka sejauh apapun pergi. Sehebat apapun Anda. Jangan abaikan hal-hal yang pernah mewarnai hidup Anda. Tentu hal-hal positif. Sebab bila pandangan negatif tertabal. Anda akan rugi. Misalnya, imej saya pada putra saya. Akan mundur ke belakang untuk memberi dia tanggung jawab. Bahkan, saat dia minta diberi. Belum tentu saya langsung percaya.
Status temporer tidak boleh mencabut seluruh masa lalu Anda. Sebab namanya temporer suatu saat akan berakhir. Dan Anda akan kembali ke awal.[]





