SIGLI —  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Medika Nurul Islam, Sigli menambah program studi baru, strata satu (S1) Farmasi. Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam yang membidani STIKES Medika Nurul Islam, HT Syamsul Bahri menjelaskan, SK izin penyelenggaraan Prodi S1 Farmasi langsung diserahkan oleh Kepala LLDIKTI XIII Wilayah Aceh Prof DR Faisal kepada ketua STIKES Nedika Nurul Islam dr. Kartika di kantor LLDIKTI XIII di Banda Aceh.

Menurut Syamsul Bahri, dengan adanya SK Izin Operasional itu, membuat STIKES Medika Nurul Islam yang semula baru memiliki 2 prodi S1 Keperawatan, S1 Ners dan 1 profesi D III Kebidanan, kini bertambah lagi dengan izin Prodi S1 Farmasi.

“Alhamdulillah, segala puji syukur kepada Allah SWT, atas kerja keras dan kesabaran kita dari pihak Yayasan mendapat surat dari Kemendikbud untuk izin operasional prodi baru ini,” jelas T Syamsul Bahri.

Dengan keluarnya izin dari Kemendikbud untuk Prodi Farmasi, T Syamsul Bahri mengatakan bahwa itu adalah langkah baik pihaknya selaku pemikir dunia ilmu kesehatan, untuk terus berupaya memenuhi permintaan masyarakat Aceh bagi pengembangan dan pelayanan sektor kesehatan di Aceh.

“Hari ini kita masih banyak membutuhkan SDM bidang kesehatan, misalnya bidang analis, rekam medik dan beberapa bidang lain. Ini adalah peluang STIKES Medika Nurul Islam dalam pengembagan institusi agar ke depan siap dan mampu bersaing dengan PTS lain yang ada di Aceh,” lanjutnya.

T Syamsul Bahri menybutkan bila pembenahan infrastruktur, sarana prasarana, fasilitas perpustakaan, laboratorium, bantuan dana penelitian dan pengabdian masyarakat, adalah bagian dari tanggungjawab pengembangan anak negeri.

“Yayasan sudah berkomitmen membenahi sektor yang menjadi kebutuhan saat ini. Harapan kami agar STIKES Medika Nurul Islam di Kabupaten Pidie dapat menjadi pusat pendidikan yang selalu menghasilkan SDM Kesehatan yang kompeten dalam melaksanakan semua kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas,” harapnya.[rilis]