ACEH UTARA – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Aceh Utara sedang kosong. Kondisi sama di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe milik Pemkab Aceh Utara.

“Stok darah kosong sejak Hari Raya Idulfitri (2 Mei) sampai hari ini. Kondisi ini karena para pendonor atau masyarakat belum mendonorkan darahnya kembali. Kemudian, kebutuhan darah meningkat, karena ada (warga) yang mengalami kecelakaan, talasemia (kelainan darah bawaan), operasi, dan sebagainya,” kata Humas UDD PMI Aceh Utara, Fauzi Abubakar, kepada para wartawan, Jumat (13/5).

“Kalaupun ada (stok darah) beberapa (kantong), ini merupakan darah dari keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit, dan itu tidak bisa kita berikan kepada orang lain,” ucap Fauzi Abubakar.

Menurut Fauzi, biasanya dalam satu hari harus ada darah sekitar 20 kantong untuk pasien talasemia. “Maka harapan kita, setiap pasien yang membutuhkan darah agar keluarganya bersedia mendonorkan,” ujar dia.

Dia menyebut kegiatan donor darah bisa dilaksanakan kembali secara normal mulai pekan depan. “Tapi, hari ini kita juga menyambangi Masjid Baiturrahman Lhokseumawe usai salat Jumat, dengan harapan ada masyarakat bersedia mendonorkan darahnya,” kata Fauzi.

Humas RSUCM Aceh Utara, Harri Laksamana, mengatakan stok darah di rumah sakit per hari ini kosong. Sebelumnya, 7 hingga 11 Mei 2022, ada stok darah sekitar 108 kantong yang diperoleh dari UDD PMI untuk kebutuhan pasien RSUCM.

“Biasanya stok darah di rumah sakit ini ada 10-15 kantong setiap golongan darah. Sekarang stoknya memang tidak ada, kosong, dalam dua hari terakhir ini. Memang biasanya setiap tahun usai bulan Ramadhan stok darah kosong, karena saat Ramadhan masyarakat jarang mendonor. Mungkin ke depan ini akan normal kembali kegiatan donor darah rutin,” ujar Harri.

Harri menyebut pihaknya langsung menghubungi UDD PMI Aceh Utara apabila ada pasien yang membutuhkan darah. “Kalau bisa paling utama sekali dari keluarga pasien harus bersedia mendonorkan darahnya,” tutur dia.

Begitu pula untuk pasien Hemodialisa (Hemodialisis/HD) atau terapi cuci darah rutin. Pihak RSUCM menyarankan keluarga pasien bersedia mendonorkan darahnya. “Apalagi sedang kondisi seperti sekarang,” ucap Harri.

“Hari ini di RSUCM belum kita cek apakah ada pasien HD. Kalau memang ada tentu keluarga pasien bisa meminta kepada pihak rumah sakit. Apabila ada langsung diberikan, jika tidak ada maka dikonfirmasi ke PMI. Dan, kita beritahukan juga kepada keluarga pasien agar menyiapkan keluarga pendonor,” ujarnya.[]