ACEH BARAT – Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, selama ini kekurangan stok darah. Bahkan, hari ini, Senin, 25 Juni 2018, stok darah kosong.
Kepala UTD RSUD CND, Mairizal, kepada portalsatu.com/, Senin pagi, mengatakan, kondisi tersebut karena jumlah permintaan pasien transfusi darah tidak berimbang dengan ketersediaan darah di UTD.
“Satu pasien kadang butuh enam hingga delapan kantong darah. Sementara stok tidak tersedia. Biasanya hanya dapat dibantu dua kantong. Itupun ketika ada. Oleh karena itu, banyak keluarga pasien yang meminta tolong sama orang lain, baik kerabat juga rekan,” ujar Mairizal.
Dia merincikan, estimasi (perkiraan) darah yang dibutuhkan pasien sehari mencapai 10 kantong. Sementara stok darah di UTD CND Meulaboh tergantung pada kegiatan donor massal.
“Biasanya kalau hanya ada donor massal saja. Untuk setahun, semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang dalam setahun ada 20 kali kegiatan. Nah, dari donor massal itu, paling beberapa hari saja bertahan,” sebutnya.
Mairizal mengatakan, di Aceh Barat belum ada Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI). “Kita kan UTD RS. Selama ini tugas UTD PMI kita yang emban. Sementara kita hanya terbantukan dengan adanya donor massal. Untuk hari ini saja, stok darah kosong,” katanya.[]
Penulis: Rino Abonita



