ACEH UTARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh memprediksikan di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam beberapa hari terakhir ini cuacanya panas dengan suhu berkisar antara 22 hingga 31 derajat celcius.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Malikussaleh, Kharendra Muiz, mengatakan, berdasarkan hasil pantauan satelit bahwa pertumbuhan awan-awan konvektif atau awan penghujan di wilayah tersebut sangat minim. Kondisi ini dialami di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, hingga Langsa, tampak tidak ada pertumbuhan awan-awan penghujan sama sekali, sehingga disepanjang pesisir daerah itu cuacanya sangat menyengat. 

“Kondisi suhunya berkisar antara 22 hingga 31 derajat celcius. Namun sepanjang hari mulai pagi hingga sore hari itu suhunya rata-rata berkisar antara 29 hingga 31 derajat celcius. Dengan cuaca panas seperti ini sehingga kelembabannya pun cukup rendah, dan diprediksikan kondisi ini akan bertahan hingga Sabtu dan Minggu,” kata Kharendra Muiz, kepada portalsatu.com/, Sabtu, 5 Januari 2019.

Sedangkan untuk hari Senin, lanjut Kharendra, diprediksikan akan mulai turun hujan. Namun yang berpotensi akan turun hujan hanya wilayah-wilayah hulu atau Aceh Utara bagian Selatan dan Bireuen bagian Selatan. “Untuk daerah pesisir memang ada berpotensi hujan, tetapi potensinya adalah hujan lokal dan itupun hanya terjadi pada saat sore hari menjelang malam”.

“Akan tetapi secara umum kita memprediksikan cuacanya cerah hingga berawan. Dengan kondisi cuaca panas seperti ini, kita mengimbau kepada masyarakat agar teratur menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan minum air putih supaya tidak terjadi dehidrasi saat beraktivitas sehari-hari,” ujar Kharendra.

Kharendra mengungkapkan, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat atau petani tidak membuka lahan dengan membakar hutan, dan tidak membuang puntung rokok di rumput atau hutan gambut, karena suhu panas seperti ini sangat mudah sekali api menyala sehingga berpotensi terjadinya kebakaran.

Untuk data saat ini berdasarkan hasil pantauan satelit, menurut Kharendra Muiz, ada delapan daerah di Aceh yang berpotensi titik panas, yakni Lhoksukon (Aceh Utara), Kuala Batee (Aceh Barat Daya), Lembah Seulawah (Aceh Besar), Sampoiniet (Aceh Jaya), Setia Alue Bakti (Aceh Jaya), Tamiang Hulu (Aceh Tamiang), Pegasing (Aceh Tengah), dan Tangse (Pidie).[]