BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sulaiman, SE, mengatakan penyaluran bantuan baik uang tunai maupun berbentuk sembako harus dilakukan cepat oleh Pemerintah Aceh. Namun, pada pelaksanaannya tidak melupakan aturan dan bantuan disalurkan tepat sasaran.
“Imbauan dikeluarkan oleh pemerintah Aceh kepada masyarakat agar meminimalisir di luar rumah untuk sementara waktu, serta pemberlakuan jam malam, membuat banyak masyarakat tidak bisa beraktivitas yang berdampak kepada menurunnya pendapatan,” kata Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh ini kepada wartawan, Rabu,1 April 2020.
Mantan Ketua DPRK Aceh Besar ini menegaskan, bahwa dirinya secara pribadi sangat setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh baik berupa imbauan maupun pemberlakuan jam malam dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga, Anggota DPRA khususnya Komisi II secara tegas meminta kepada pemerintah untuk segera mencari langkah-langkah konkrit dalam membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Begitupun, tambah Sulaiman, dalam penyaluran bantuan tersebut harus tepat sasaran dan dalam hal pengeluaran keuangan daerah juga tidak melupakan aturan-aturannya, agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. Sulaiman juga mengajak semua pihak yang terlibat dalam penanganan kasus penyebaran virus corona ini agar tidak berlama-lama, karena masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah mereka.
“Satu sisi memang semua aturan harus diikuti, agar tidak ada masalah dikemudian hari. Namun, perlu adanya kerja ekstra, terutama pihak BPBA agar tidak terlalu santai, berlari kencang sedikit,” katanya.
Politisi Partai Aceh ini juga meminta kepada BPBA selaku komender dalam penanganan kasus ini, harus belajar banyak atas kesuksesan Dinas Sosial Aceh yang berhasil menyelesaikan tugasnya saat penanganan pemulangan mahasiswa Aceh di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.
“Nah, kali ini Pak Plt. Gubernur Aceh mempercayakan BPBA untuk menjadi komender, namun malah seperti jalan di tempat. Saya meminta kepada seluruh jajaran BPBA, terutama kepala pelaksana, andai tidak mampu memimpin penanganan ini, tidak perlu sungkam angkat tangan ke camera, serahkan kepada yang ahlinya,” tutupnya.[](Khairul)



