Al Jawi, merupakan ras bangsa Melayu, yang sekalian mereka itu menghuni pulau-pulau di Asia Tenggara. Dari Pulau Jawah (Pulau Sumatera), Semenanjung Melayu (Malaysia dan Selatan Thailand sekarang), Jawah Kecil (Pulau Jawa sekarang), Bunie atau Borneo (Kalimantan sekarang), Pulau Bugis (Pulau Sulawesi sekarang), sampai Pulau Mindanao (Filipina sekarang) dan Papua (Papua sekarang), dan sekalian pulau-pulau kecil di sekeliling mereka itu.
Bahasa pemersatu sekalian mereka itu adalah Bahasa Al Jawi Al Sumatrai.
Pusat peradaban Islam, sebagai kota terbesar mereka sekalian pada masa itu ialah Kota Syummutrah (Sumatra; sekarang di Kecamatan Geudong, Aceh Utara).
Yang mengenalkan Pulau Jawah sebagai pulau Sumatra adalah para imperialis barat, disebabkan yang mereka tuju adalah kota Sumatra. Mereka pun menyebut nama Kota Sumatra untuk seluruh pulau.
Berikut saya sertakan kutipan dari buku hasil penelitian Taqiyuddin Muhammad, berjudul “DAULAH SHALIHIYYAH DI SUMATERA – Ke Arah Penyusunan Kerangka Baru Historiografi Samudra Pasai”;
—-Dalam konteks persoalan yang sedang dibincangkan, dijumpai satu bagian terpenting dalam laporan Ibnu Baththuthah yang dapat menggambarkan dengan jelas bagaimana sebenarnya proses Islamisasi berlangsung di Asia Tenggara. Ibnu Baththuthah menulis:
“Sultan Jawa(h) ialah Sultan Al-Malik Azh-Zhahir. Ia salah seorang dari raja-raja utama dan pemurah. Seorang pengikut mazhab Asy-Syafi’iy yang juga menyukai ahli-ahli fiqh. Para ahli fiqh itu [kerap] menghadiri majlisnya untuk menelaah dan mengkaji. Ia juga seorang yang banyak sekali melakukan jihad dan pembebasan. [Meskipun demikian] ia adalah seorang yang rendah hati; pergi untuk shalat Jum’at dengan berjalan kaki. Rakyat negerinya pengikut mazhab Asy-Syafi’iy pula. Mereka gemar berjihad dan secara suka rela pergi [untuk berjihad] bersama Sultan. Mereka menguasai [negeri-negeri] orang kafir di sekitar mereka, dan orang-orang kafir itu pun membayar jizyah [untuk] jaminan damai.”.—
Maka demikianlah tulisan singkat ini yang dengannya diharapkan dapat menjawab segala rasa penasaran sekalian orang tentang nama Al Jawi, Sumatra, dan Jawa.[]



