Karya: Jamaluddin Sulaiman*
Kami ingin menyerang Batavia
Surat yang telah kami kirim dari tangan terlepas
Menoleh ke belakang Daruddunia pun sudah diruntuhkan,
Di atap mesjid api membakar
Holanda benar-benar telah menyerang
Meriam-meriam dirampas
Kesetiaan kami kepada Aliyyah Utsmaniah dipaksa hentikan
Kami telah berjuang berpuluh tahun hingga
Lumbung-lumbung kekuatan semakin tersudut
Saudara-saudara kami yang kecil diambil dididik dengan buku-buku kurikulum mereka, hingga tidak tahu tak mengenal diri lagi
Kami telah kehilangan pemimpin masa silam karena syahid,
kami telah kehilangan generasi masa depan karena mendapat pendidikan yang keliru,
kami kini sendirian tanpa teman terjebak di tanah ujung pulau
Sekali lagi kami berpuluh tahun kembali berjuang
Namun Eropa menghentikan,
Menyuruh kami bersabar
Makam-makam pasukan yang mulia di Pande kini seperti halnya Daruddunia telah menjadi puing-puing diantara kotoran yang dihinakan
Kami masih terus dipaksa untuk bersujud ke Batavia namun kami tidaklah seperti itu
Kerinduan kami masih sempurna ke tanah suci, belum berpaling
28 Agustus 2020/Muharram 1442 H/Loh Angen.[]
*Peminat Sastra dan Sejarah, bedomisili di Teluk Samawi (Lhokseumawe).<!–EndFragment–>




