LHOKSUKON – Sejumlah gampong di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, kembali terendam banjir, Rabu, 14 November 2018. Banjir kali ini merupakan kiriman dari Kabupaten Bener Meriah, mengakibatkan meluapnya air sungai di kawasan Matangkuli.
“Kemarin (Selasa) air sungai yang meluap merendam badan jalan di depan Puskesmas menuju Polsek, namun sorenya surut. Tadi pagi airnya naik lagi seperti kemarin. Sebenarnya kami sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Setiap akhir tahun, banjir sudah menjadi langganan mingguan, airnya pasang surut,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Matangkuli Iptu Sudia Karya kepada portalsatu.com/.
Sudia menyebutkan, kemarin (Rabu), banjir merendam sejumlah gampong di Kemukiman Pirak dan Kemukiman Seulemak. Di antaranya, meliputi Gampong Hagu, Lawang, Sireng, Tanjong Haji Muda, Alue Thoe dan beberapa gampong lainnya.
“Untuk hari ini masih demikian. Ketinggian air berkisar antara 20-30 centimeter. Di sini rata-rata warga punya sampan, memang sudah disiapkan mengingat sudah langganan. Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi dan jika pun banjir lebih parah, maka warga akan mengungsi ke gedung evakuasi yang telah dibangun di beberapa gampong terparah saat banjir tiba,” kata Iptu Sudia Karya.
Madan, 20 tahun, warga Matangkuli yang ditemui di jembatan perbatasan Gampong Hagu menuju Gampong Mee mengatakan, “Ini air kiriman dari Pante, karena di Bener Meriah hujan. Di akhir tahun begini, bisa puluhan kali banjir di sini”.
Pantauan di lokasi, sejumlah ruas jalan di Gampong Hagu terendam banjir, bahkan di beberapa titik mulai sulit dilalui sepeda motor, khususnya yang knalpot rendah. Terlihat juga warga menutup setengah ruas jalan agar tidak dilalui kendaraan roda empat dan truk. Di lokasi banjir, tampak anak-anak bermain air dan berenang. Sedangkan imbas terhadap sekolah, hanya MTsN Matangkuli yang terendam bagian halamannya.
“Ini terpaksa saya tutup jalannya setengah. Mobil dan truk yang melintas suka seenak hati jika menyetir. Rata-rata sopirnya membawa mobil cukup kencang, sehingga gelombang air menghempas kedai saya. Lihat saja sebagian papannya sudah lepas akibat dihempas air,” ucap seorang pria paruh baya yang hanya memakai sarung di lokasi banjir itu.[]



