NIBONG – Tim Centre Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) mengadakan meuseuraya (gotong royong) untuk menyelamatkan nisan-nisan peninggalan era Kesultanan Samudra Pasai, di kawasan Nibong, Aceh Utara. Dalam meuseuraya itu, tim CISAH ditemani Kepala KUA Kecamatan Nibong, perwakilan KNPI Nibong, Geuchik Dayah Nibong dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Meuseuraya kali ini di Nibong, Jumat, 30 Maret 2018, menjadi hari bersejarah bagi tim CISAH. Karena kita menemukan inskripsi syair yang terpahat indah (pada salah satu nisan). Syair itu pernah diucapkan Al-Mu'tamid bin 'Abbad (wafat 488 H/1095 M), Sultan Bani 'Abbad terakhir di Sevilla (Andalusia),” kata Abdul Hamid alias Abel Pasai, Ketua CISAH.

Abel Pasai menyebutkan, bunyi syair itu jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah, “Kubur ibarat pintu (gerbang), dan setiap orang pasti memasukinya”.

Menurut Abel, dalam meuseuraya tersebut belasan nisan terbenam berhasil diangkat, dibersihkan, kemudian ditata kembali oleh tim CISAH. “Melihat dari banyaknya nisan yang sebelumnya terbengkalai ini, diperkirakan tempat ini adalah sebuah kompleks pemakaman tokoh penting di era Kerajaan Samudra Pasai pada kurun abad ke-15 M. Nisan-nisan yang dikenali sebagai nisan tipologi Pasai ini, selain terpahat inskripsi memuat juga motif-motif khas Sumathrah (Pasai),” katanya.

Rencananya, tim akan kembali melakukan meuseuraya pada Minggu, 1 Maret 2018. CISAH berharap masyarakat di Aceh Utara umumnya, dan masyarakat Nibong khususnya, ikut berpartisipasi memberikan informasi mengenai keberadaan tinggalan-tinggalan bersejarah di kawasannya.

“Dengan terjalinnya kerja sama yang baik dari berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan tinggalan budaya yang diwariskan kepada kita, maka akan menjadi penguat identitas bangsa,” ujar Abel Pasai.[](rel)