Syakban merupakan salah satu bulan yang mempunyai banyak kelebihan dan kemuliaan. Bulan kedelapan dalam kelender Hijriah itu merupakan bulan terjadinya bermacam peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya diturunkan ayat mengupas anjuran bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw.

Pembahasan ini diuraiakan dalam Alquran surah al-Ahzab ayat 56 berbunyi, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”.(Syekh al-Zarqani, KitabSyarh al-Zarqani ‘Ala al-Mawahib al-Laduniyah Bi al-Minah al-Muhammadiyyah: I X:165).

Syekh Al-Imam ‘Abdurra?m?n As-Shafury menyebutkan bahwa kata Sya’b?n merupakan singkatan dari huruf sh?n yang berarti kemuliaan. Huruf ‘ain yang bermakna derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat. Sedangkan huruf ba’ yang berarti kebaikan. Huruf alif yang berarti kasih sayang. Huruf nun yang berarti cahaya. (Kitab Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is, Syekh Al-Imam ‘Abdurra?m?n As-Shafury).

Sementara itu dalam Kitab Lisan al-‘Arab karya Jamaluddin Muhammad ibn Mukarram ibn Ali, yang dikenali dengan Ibn Manzur (1233-1312M/711 H), menyebutkan bahwa nama Sya’ban itu sendiri diambil dari kata Sya’bun yang memiliki arti kelompok atau golongan. Mengapa dinamakan dengan Sya’ban? Karena pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air. Akan tetapi ada pula yang mengatakan, mereka (masyarakat Arab) berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan antarsuku. (Kitab Lisanul Arab, Ibnu Manzur).

Tanpa terasa kita telah berada di bulan antara Rajab dan Ramadhan yakni Syakban. Keberadaan bulan Rajab itu merupakan Syahrullah (Bulan Allah), dan Syakban Bulan Rasulullah. Sedangkan Ramadhan merupakan bulan umat Islam. “Rajab syahrullah, wa sya’ban syahri, wa Ramadhan syahrul ummati”. Artinya: ‘Rajab bulan Allah, Syakban bulanku dan Ramadhan bulan umat-Ku”. (HR. Ad-Dailami, dalam kitab Kanz al-‘Umal Fi Sunan al-Aqwal Wa al-Af’al, ‘Alauddin ‘Ali bin Hisam al-Din : XII : 579). 

Sebagian ulama menginterpretasikan hadis di atas bahwa Rajab itu bulan untuk membersihkan diri dari segala dosa (istigfar), sedangkan Syakban bulan untuk memperbanyak salawat kepada junjungan kita Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam. Baginda Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Dinamakan Syaaban (berserak-serak) karena padanya terdapat amat banyak kebajikan yang berserak-serak dan puasa yang lebih afdal sesudah Ramadan ialah puasa  bulan Syaaban.”

Syakban yang mulia ini adalah sebagai bulan persediaan dan persiapan melakukan kebaikan sebanyak mungkin termasuk memerangi hawa nafsu. Di samping itu perbanyak  memohon doa, digalakkan juga untuk bertaubat dan memohon keampunan di bulan ini. Sabda Nabi SAW,  “Sya’aban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku. Syaaban ialah mengkifaratkan (menghapuskan) dosa dan Ramadhan ialah menyucikan dosa (jasmani dan rohani).”

Hendaknya kita sambut kedatangan Syakban dengan keinsafan dan kesadaran serta peringatan bahwa perjuangan sebagai seorang insan masih belum berakhir. Mari kita perbanyak amal ibadah dan kebaikan di muka bumi ini, berpuasa, shalat sunah dan beberapa amaliah lainnya. Juga mari kita meringankan penderitaan fakir dan miskin serta anak-anak yatim.[]