BANDA ACEH – Ketua Komisi VI DPR Aceh T Iskandar Daod mengatakan Gubernur Aceh Zaini Abdullah “sedang tidur” dan belum bangun dari tidurnya. Pasalnya, kata dia, Zaini Abdullah belum memberi kepastian terkait nasib Akper Cut Nyak Dhien, Akademi Farmasi, Akademi Analis Kesehatan dan sejumlah akademi kesehatan di Kabupaten/Kota yang terancam akan ditutup.
Hal itu dikatakan T Iskandar Daod saat konfrensi pers terkait UU Pendidikan nasional No.20 Tahun 2003 yang melarang pendidikan tinggi tidak boleh bernaung kepada Pemerintah Daerah, di ruang rapat Komisi VI, Rabu 15 Juni 2016.
Iskandar mengatakan, Gubernur Aceh “bek le teungeut ngon jaga”, sudah sepatutnya gubernur melihat permasalahan ini. Karena, kata dia, ini memasuki bulan Juni bagaimana nasib mahasiswa baru yang akan mendaftar.
“Hal itu perlu dipertegas, cuma ada dua pilihan, dilanjutkan atau dibubarkan akademi kesehatan ini. Hingga sekarang belum ada tanggapan dari Pemerintah Aceh mengenai Peraturan Gubernur terkait kejelasan sejumlah akademi kesehatan di Aceh. Ini sangat disayangkan, ini menyangkut nasib peserta didik yang tengah mengikuti proses belajar mengajar di akademi tersebut,” katanya.
Ia mengaku, pihaknya sudah kita mengeluarkan rekomendasi. Artinya Komisi VI terus mendukung dan meminta dipertahankan untuk berlanjutnya kegiatan mahasiswa di akademi kesehatan itu.
“Nyoe surat rekomendasi dari DPRA, jadi Pak gubernur takat laju, bah DPRA dong di likot,” katanya.
Dia berharap Gubernur Aceh mempertegas kejelasan dalm permasalahan ini karena eksekutiflah yang mengeksekusi.
“Ini bukanlah penyalahgunaan wewenang, akan tetapi untuk menyelamatkan banyak kepentingan,” katanya.[]
Laporan Ramadhan



