BANDA ACEH – Bakal calon wakil gubernur Aceh yang berpasangan dengan Muzakir Manaf, TA Khalid mengunjungi pasar tradisional Peunayong, Banda Aceh, Rabu 10 Agustus 2016
Kedatangan TA Khalid dan rombongan ke pasar Peunayong untuk melihat langsung kondisi pedagang di pasar tersebut.
Dalam siaran persnya kepada Portalsatu.com, TA Khalid mengatakan kunjungan itu untuk mendengar keluh kesah pedagang secara langsung.
“Selama ini mereka luput dari perhatian pemerintah, padahal banyak keluhan dan aspirasi yang ingin disampaikan kepada pemerintah,” kata TA Khalid.
“Hari ini kita terjun langsung, untuk melihat dan menampung aspirasi dari para pedagang kecil setempat,” katanya lagi.
Menurutnya, semua pedangan tradisional di pasar tersebut mengharapkan pemimpin ke depan adalah pemimpin yang mampu memberikan rasa aman, keamanan adalah pilar utama dalam pembangunan Aceh ke depan,” ujar TA Khalid.
“Nanggroe njoe beumeuseunia, mangat bak ta meu udep, tahareukat dan ta peubut ibadah, peureule pemimpin njang jeut jaga keamanan lam nanggroe njoe,” kata Syurkani, 54, salah seorang pedagang di pasar Peunayong.
Nurmala, pedagang lainnya mengatakan, pemimpin harus lebih peka terhadap rakyat kecil.
“Kami sangat memimpikan pemimpin yang dekat dengan kami, peduli dan mau memperhatikan nasib kami sebagai pedagang kecil,” kata Nurmala.
Nurmala berharap pemerintah Aceh ke depan mampu menyediakan modal usaha yang memadai, di mana dengan ketersediaan modal tersebut, akan mampu melepaskan mereka dari jerat praktek rentenir yang bayak berkeliaran di pasar tersebut.
Mendegar semua keluhan dari pasar yang dikunjunginya, TA Khalid yang juga politisi partai Gerindra Aceh ini, berjanji akan memperjuangan jeritan dari pedagang pasar tersebut.
“Jerat rentenir harus segera bersih dari nanggroe ini, daerah kita harus segera dibangun dengan landasan keislaman yang murni, praktik riba harus segera angkat kaki dari nanggroe indatu kita,” kata T. A Khalid.
“Insya Allah, kelak kalau Allah mengizinkan kami sama Mualem, menjadi pemimpin di Aceh, kita akan fokus untuk memberdayakan nyak nyak dan pedagang kecil ini. Kita tidak akan membiarkan rentenir mencekik leher rakyat kita,” tutur pria kelahiran Pidie Jaya ini.
Setelah mendengar keluhan dari beberapa pedagang di pasar Peunayong, T.A Khalid membeli buah jemblang (boh jambee kleng), bambu pliek u dan sayur sayuran yang didagangkan di pasar tradisional tersebut.[](tyb)





