Alhamdulillah, pengajian harah Jawi – Jawoe – bahasa Aceh di Bale Tambeh Darussalam di gampong Tanjong Seulamat telah berjalan delapan bulan lebih, sejak 23 Beurapet 1439 atawa 23 Zulqa'idah 1439 H alias 5 Agustus 2018 M.
“Sebatas ini kami telah menamatkan kitab Hikayat Akhbarul Karim karya Teungku Seumatang. Sekarang kami sedang “Meudrah”(membaca ulang bagi setiap peserta secara bergiliran) sudah pada tahap tiga kali ulang, sebagai kegiatan yang bertajuk “Drah Aceh” mengulang bahan pelajaran merupakan warisan pengajian Endatu,” kata T.A. Sakti, Ahad 7 April 2019.
Paling kurang, katanya, walaupun belum dapat membaca secara lancar bagaikan terhafal, paling kurang setiap peserta sudah dapat belajar sendiri kitab yang telah dipelajari bersama-sama; barulah ganti belajar Kitab Jawoe Bahasa Aceh yang lain.
“Sesuai dengan semboyan kami semula 'kecil itu indah', memang kegiatan kami kecil-kecilan,” katanya.
T.A. Sakti yang juga pengajar di FKIP Unsyiah ini juga mengharapkan, semoga BALE SEUMEUBEUET, BALE TEUNGKU atawa BALE TEUNGKU INONG akan tumbuh dan berkembang kembali di Aceh.
“Semoga pengajian dasar ala Metode Baghdad dengan Beuet Qur'an Alehba: anakom, banakom…. Abu Tausi…Khudaidi… pun dapat mekar kembali di seluruh Aceh,” kata T.A. Sakti.[]


