Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaTabrakan Dump Truck...

Tabrakan Dump Truck Versus Betor di Subulussalam, Satu Orang Meninggal

SUBULUSSALAM – Masyarakat Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dikagetkan peristiwa mengerikan terjadinya tabrakan antara dump truck vs becak motor (Betor) membawa empat penumpang, Jumat, 23 November 2018 sekitar pukul 17:30 WIB.

Laka lantas yang terjadi di Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan, tepatnya Desa Tangga Besi Kecamatan Simpang Kiri menyebabkan Betor terseret sekitar 15 meter dari TKP. Akibatnya empat penumpang Betor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Subulussalam untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Keempat korban yang berasal dari Kampong Kuta Cepu, Kecamatan Simpang Kiri masing-masing, Basri (37) pengendara Betor mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka memar di bahu kanan.

Selanjutnya, Siti (30) mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan dan patah gigi. Asiah (4) luka lecet di pipi dan kening serta tangan sebelah kiri. Korban berikutnya, Askira (9) luka di paha sebelah kanan, luka robek di tusuk sebelah kanan, benjol di dahi kanan, lengan tangan kanan patah.

Kepala Pos Lantas Penanggalan, Hasbullah kepada portalsatu.com, Sabtu, 24 November 2018 menjelaskan kronologi kejadian berawal saat Betor BL 6829 RB warna hitam datang dari arah Tapaktuan menuju arah Subulussalam dengan kecepatan sedang.

Saat bersamaan datang sebuah mobil dump truck BL 8430 AO warna biru tiba dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Sementara kondisi jalan sedang ada pengerjaan pelebaran, akses jalan menjadi sempit sehingga terjadi tabrakan menyebabkan Betor terpental dan terseret sekitar 15 meter dari titik kejadian.

Hasbullah menambahkan, informasi terbaru diperoleh dari kepala desa setempat, salah satu korban bernama Askira yang merupakan anak pemilik Betor meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke Meulaboh, Aceh Barat.

Sementara sopir dump truck melarikan diri ke Pos Lantas untuk menghindari amukan massa. Pihak kepolisian saat ini sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab peristiwa yang berujung meninggalnya warga Kampong Kuta Cepu, Askira.[]

Baca juga: