MEUREUDU – Trabrakan maut antara bus Sempati Star dengan mobil pickup jenis Phanter di Jalan Banda Aceh – Medan,  Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 22 Desember 2017 sekitar pukul 10:50 WIB menyebabkan enam penumpang tewas dan satu kritis.

Bedasarkan informasi yang didapatkan portalsatu.com/, semua korban tewas adalah sopir dan penumpang mobil Panther yang terjepit setelah terseret sekitar seratus meter dari kejadian.

Sebagian korban terjepit dan terpaksa petugas kepolsian dibantu masyarakat untuk mengeluarkan korban. Tiga korban meninggal di lokasi kejadian yaitu sopir atas nama Fandi, (19) warga Gampong Mee Peuduek, Kecamatan Trienggadeng, Gatot (24), Ismadi (31), keduanya warga Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng.

Sedangkan tiga lainnya meninggal di Rumah Sakit Umum Pidie Jaya. Yakni, Mansur (37), Fandi (25) dan Asril (23), ketiganya juga warga Gampong Sagoe, Trienggadeng.

Satu orang lainnya Mustaqim (27) warga Sagoe, Tringgadeng mengalami luka kritis dan dirujuk ke RSU ZA Banda Aceh.

Kapolsek Tringgadeng Ipda Iskandar Selian membenarkan kejadian itu dan semua korban sudah dibawa ke rumah sakit termasuk yang meninggal di TKP.

Adapun kronologis kejadian menurut Iskandar. Berawal dari bus Sempati Star dengan nomor polisi BL 7552 AA yang dikemudikan Ibnu Ar (46) warga Julok, Aceh Timur datang dari arah Medan ke Banda Aceh. Sedangkan mobil pickup BL 8158 PE, datang dari arah berlawanan. Setiba di lokasi kejadian, ban depan sebelah kiri pickup meletus sehingga sopir hilang kendali karena laju pickup dalam kecepatan tinggi.

“Saat itulah diperkirakan tabrakan terjadi dan mobil pickup terseret hingga 100 meter di badan jalan,” ungkap Kapolsek yang terlihat sibuk dalam membantu para korban.

Akibat kecelakaan itu mobil pickup ringsek berat. Sedangkan bus Sempati bagian kap depannya rusak.[]