LHOKSEUMAWE – Tujuh warga Aleu Keureunyai, Kecamatan Bandar Baro, Aceh Utara, dikabarkan terbakar akibat tabung gas bocor saat sedang persiapan tahlilan di rumah warga yang baru meninggal dunia di gampong tersebut, Rabu, 27 Desember 2017 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ini korban dirawat intensif di RS PT Arun, Lhokseumawe.
Ketujuh warga tersebut masing-masing, Hamidah, 72 tahun, Fatimah 70 tahun, Arif Aulia , 22 tahun, Julia Nur, 26 tahun, Nurhayati 70 tahun, T Rasya 10 tahun, Mulyani 31 tahun.
"Korban yang terparah Hamidah dan Fatimah, sedangkan lain masih kategori ringan termasuk T Rasya, hanya terbakar di bagian kaki saja," jelas seorang perawat medis di IGD RS PT Arun kepada portalsatu.com/, Kamis 28 Desember 2017.
Hamidah mengalami luka bakar parah di wajah dan di bagian tubuh, sedangkan Fatimah hampir di sekujur tubuh. Para korban tiba di rumah sakit pada Rabu kemarin sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan sejumlah mobil warga.
Sementara itu, korban Arif Aulia yang juga pemilik rumah duka tempak kejadian, saat ditemui di ruang inapnya mengaku sesaat sebelum kejadian sedang memasang gas tabung 12 Kilogram di dapur. Namun, kompor tidak menyala meskipun regulator sudah terpasang. Arif kemudian mencabut regulator yang membuat gas keluar dari tabung.
“Saya panik, karena gasnya terus keluar mengeluarkan suara nyaring. Saya teriak matikan semua api dan kompor, dan tabung itu saya lempar ke ember di kamar mandi, rupanya gas itu masih keluar dan menyambar api dari tungku yang berada di belakang rumah,” ujar Arif.
Arif melihat api menyambar orang-orang yang sedang memasak di belakang rumah. Dia juga tersambar api di bagian tangan kiri, kepala, kaki dan luka lecet di lengan saat lari memanjat pagar berduri.
Sementara itu, korban Fatimah saat ditemui di ruang rawatnya mengaku, sesaat sebelum kejadian dirinya sedang memasak di tungku di luar. Dia kemudian masuk ke dapur ketika mendengar teriakan gas bocor. Namun, api ikut menyambar orang-orang di dalam dapur termasuk dirinya.
“Mandum badan tutong, ija krong yang lon sok pih ipajoh lee apui (Semua badan saya terbakar, kain sarung yang saya pakai ikut hangus),” kata Fatimah yang didampingi anaknya, Yusnidar, dan menantunya, M Nasir.
Sementara Hamidah, korban lainnya, terlihat tidak bisa bicara karena luka bakar parah dibagian wajah. Dia ditemani cucu dan seorang cicitnya. “Saya tidak tahu ceritanya seperti apa, karena saat kejadian tidak ada di lokasi,” kata cucu Hamidah.[]




