BANDA ACEH – Tagihan listrik pascabayar di beberapa rumah di Banda Aceh dilaporkan membengkak. Salah seorang warga yang tinggal di Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, mengaku tagihan listriknya berlipat ganda secara tiba-tiba.
“Biasanya bayar cuma 50 ribu, tapi tiba-tiba untuk tagihan bulan April menjadi 280 ribu. Saya heran, kenapa bisa semahal ini, padahal pemakaiannya normal,” ucap Isvani, mahasiswa yang mengontrak rumah di kawasan Rukoh, Rabu, 20 April 2016.
Kejadian tersebut ia sadari seminggu yang lalu saat mengecek tagihan listrik di situs resmi PLN. Tak percaya dengan harga yang dilihat, ia pun mengunjungi sebuah loket pembayaran tagihan listrik terdekat. Ternyata jumlah yang ditunjukan di situs PLN tak berbeda dengan tagihan yang akan dibayar.
“Saya yakin ini ada kesalahan. Jadi, Senin kemarin saya mengunjungi PLN untuk minta kejelasan dan ternyata bukan cuma saya yang mengalami kejadian seperti itu,” kata dia.
Isvani mengatakan, ada juga pelanggan PLN lainnya yang mengaku mengalami hal yang sama, tagihan listriknya tiba-tiba membengkak.
“Ibu itu biasanya bayar 300 ribu tapi tiba-tiba menjadi 600 ribu,” ucapnya.
Namun, setelah melapor ke PLN, tagihan listrik mereka menjadi seperti biasanya. “Setelah kita lapor tagihannya cuma 39 ribu,” kata Isvani.
General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Bob Saril dihubungi portalsatu.com mengatakan, tidak ada kerusakan jaringan PLN Aceh. Menurut dia, hal tersebut bisa terjadi karena kesalahan pencatatan oleh petugas terkait.
“Mungkin itu human eror, karena tidak semua rumah yang seperti itu. Bisa saja terjadi karena pascabayar masih manual,” ucap Bob.
Bob mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kejadian ganjil yang dialami terkait layanann PLN.
“Kita harap warga segera melapor jika mengalami hal seperti ini,” kata dia.[]




