Kata yang diserap ke dalam bahasa yang berbeda menunjukkan adanya hubungan sejarah dan antropologis antardua bangsa. Bahkan, pengaruh bahasa itu bisa menunjukkan dominasi tertentu.
Dalam bahasa Indonesia sangat banyak sekali kita jumpai serapan kata yang diambil dari bahasa Arab. Coba perhatikan kata kata berikut: Adil, musyawarah, mufakat, majlis, adat, amal, ibadah, selamat, misal, arif, nabati, hayat, hewan, zalim, sedekah, sehat, saat, waktu, zaman, maslahat, afiyat, mahir, ikhlas, derajat, abadi bahkan iklan (i'lan).
Munculnya kata adil, mufakat, majlis, musyawarah dan sejenisnya (contoh) menunjukkan bahwa telah ada sistem sosial yang dibangun oleh Islam (Arab) lalu memengaruhi kebudayaan bangsa lainnya.
Demikian juga halnya dalam bahasa Inggris, ada banyak kata yang diserap dari bahasa Arab. Ini menjadi indikasi bahwa pengaruh Arab (Islam) pernah melampaui peradaban mereka sekarang.
Perhatikan kata kata berikut :
paradise (Arab : firdaus), eden (adnun), cape (kahfi, gua), coffe (qahwah, kopi), tea (syai, teh), earth (ardhun, bumi), cup (kub, cangkir bertelinga semacam piala), magazine (makhazin, kumpulan informasi), sound (shaut, suara), chanel (qanat: saluran irigasi khususnya, menjadi kanal), camera (qamirah, sistem pencahayaan/optik ), demikian juga Gibril, Michael, Abraham, Yosef, David, Daniel (Idris).
Demikianlah sedikit gambaran tentang bagaimana bahasa bisa menjadi penghubung antarbangsa dan sejarah yang mungkin berbeda. Semuanya berfungsi untuk saling memahami, mengenal dan memengaruhi dalam kebaikan.[]
Taufik Sentana
Peminat kajian sosial-budaya



