LHOKSUKON – Ariansyah, 12 tahun, pelajar asal Gampông Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara sempat membuat panik warga dan pihak kepolisian setempat. Ia memilih bermalam di kawasan Buket Habit dan tidak pulang ke rumah sejak Kamis, 15 September 2016 pukul 22.00 WIB dan baru ditemukan pukul 09.20 WIB pagi tadi, Jumat, 16 September 2016.

“Tadi pagi kami mendapat laporan bahwa Ariansyah menghilang dari rumahnya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya remaja itu ditemukan di salah satu ladang milik warga yang ada di kawasan Bukit Habit sekitar pukul 09.20 WIB,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan, melalui Kapolsek Cot Girek Ipda Amiruddin kepada portalsatu.com via telepon seluler.

Menurut keterangan ibunya, Fatimah, 36 tahun, pukul 18.30 WIB (Kamis), anaknya pergi dari rumah untuk mengaji di Dayah As-Salamah. Sepulang mengaji pukul 21.30 WIB, Ariansyah singgah di warung pamannya, M Jamil untuk menonton televisi. Tiba-tiba listrik padam dan remaja itu keluar dari warung.

Dilanjutkan, pukul 22.00 WIB ibu dan ayahnya, Muhammad, 45 tahun dibantu warga setempat melakukan pencarian di perkebunan gampông setempat. Namun remaja itu baru berhasil ditemukan anggota Polsek Cot Girek pagi tadi.

“Ia mengaku tidak berani pulang ke rumah karena takut dimarahi ibunya. Saat ini ia telah dikembalikan kepada orangtuanya,” ujar Ipda Amiruddin.

Kapolsek Cot Girek mengimbau para orang tua harap menjaga anak-anaknya yang beranjak remaja, mengingat pemikiran di usia itu masih labil, butuh kasih sayang dan perhatian.

“Anak-anak harus dilindungi dan dipenuhi haknya agar tumbuhkembangnya optimal. Hal itu sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Anak-anak juga mendapat perlindungan dari segala tindak kekerasan dan diskriminasi,” katanya.[](ihn)