SUKA MAKMUE – Camat Beutong, Samsuar, SE, M.Si, membantah adanya tambang emas baru seluas 800 hektare di Nagan Raya. Sementara lokasi tambang yang mendapat sorotan setelah diunggah ke youtube tersebut merupakan tambang lama.
“Itu tambang emas lama yang hingga kini masih ditambang masyarakat,” ujar Samsuar kepada portalsatu.com, Kamis, 14 April 2016.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Perkebunan Nagan Raya, Samsul Kamal. Dia membantah adanya penemuan tambang emas baru di wilayah kerjanya.
“Hana penemuan tambang baroe di Blang Lumak, yang na cara tambang baroe,” katanya.
Menurutnya, selama ini masyarakat setempat menggunakan cara tradisional menambang emas. Namun seiring perkembangan teknologi, mereka mulai beralih menggunakan alat berat untuk menggali.
“Tambang nyan ciet ka jamen Portugis ken kana, dan rakyat ka trep ka ditambang inan,” ujarnya.
Dia mengatakan areal pertambangan emas tradisional tersebut juga sangat luas. Masyarakat bahkan menambang emas sepanjang aliran sungai yang ada di Blang Lumak.
“Lebih 1000 Ha ada disitu,” katanya.[](bna)
Laporan: Riski Bintang



