BerandaNews'Tambang Ilegal, Kongsi Haram, Sabu dan Prostitusi di Aceh'

‘Tambang Ilegal, Kongsi Haram, Sabu dan Prostitusi di Aceh’

Populer

BANDA ACEH –  Dalam kumpulan artikel “Aceh 2018: Masih Gelap dan Sempit?”, Catatan Akhir Tahun 2018 “Poros Darussalam”, salah satu penulisnya adalah Mirza Ardi. Judul artikelnya “Ekonomi Politik Aceh 2018: Aceh (Belum) Hebat”.

Dikutip portalsatu.com, dalam salah satu paragraf  artikel itu, Mirza Ardi yang adalah dosen Sosiologi Politik dan HAM UIN Ar-Raniry, menulis “… Di beberapa daerah terdapat industri, tapi skalanya tergolong rendah. Selain itu, industri yang dominan di Aceh bukan manufaktur, tapi ekstraktif, yakni mengisap kekayaan alam dan akumulasi kapitalnya digunakan untuk menguras sumber daya alam di tempat lain”. 

“Banyak tambang emas ilegal di beberapa kabupaten, pekerjanya dari luar dan dalam Aceh, dan tambang ilegal ini diketahui dan dibiarkan oleh kepala daerah,” tulis Mirza Ardi yang juga dosen Sosiologi Hukum Unsyiah.

Pria bernama lengkap Muhammad Mirza Ardi, S.Pd., MPPM., itu pun mengungkapkan maraknya pemakaian narkoba jenis sabu dan prostisusi. “Untuk bisa bekerja penuh menggali emas, para pekerja tambang ilegal diberi asupan sabu-sabu, bahkan mereka diberikan fasilitasi pelacur dari luar Aceh agar tetap bekerja di atas gunung,” tulis pria yang menyelesaikan studi magister di Universitas Melbourne Australia ini.

Mirza juga menyebut dampak buruk terhadap lingkungan yang ditimbulkan tambang ilegal. “Akibat dari tambang dan industri ilegal ini adalah perusakan lingkungan, selain perusakan norma dan budaya di lingkungan sekitar tambang. Pengalaman masa konflik Aceh dulu menunjukkan bahwa bisnis ilegal hanya mungkin terjadi dengan keterlibatan mereka yang berseragam dan bersenjata. Bedanya, dulu yang berseragam dan bersenjata saling berlawanan, tapi kini mereka ada yang justru bekerja sama,” tulisnya dalam artikel itu.

Aceh pascadamai, penghancuran alam disinyalir lebih masif. “Jadinya, laju pengurasan sumber daya alam ditengarai justru meningkat tajam setelah perdamaian,” tulis dosen yang juga peneliti ini.

Portalsatu.com belum berhasil mewawancarai Mirza Ardi terkait permasalahan yang ditulis dalam artikel itu. Portalsatu.com sedang berupaya mencari nomor kontak agar bisa mewawancarainya untuk mendapatkan pandangan lebih lanjut.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya