Karya: Taufik Sentana
Peminat sosial-budaya
Puluhan peradaban kota
pernah ingin menjamahmu.
Wahyu kenabian
dan jejejak risalah
telah memuliakan tanahmu.
Entah itu mitos
dan keangkuhan
atau kebodohan,
orang orang yang terusir
ingin kembali
merebutmu dengan ganas
dengan bantuan tangan global
yang sinis dan serakah.
Seakan mereka ingin membagi tanah muliamu, membagi siang dan malam
atau membagi gelap dan terang.
Padahal mereka telah memutus
mata rantai sejarahmu
sejak Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad (SAW): membunuh nabi nabi,mengubah kitab suci, membuat kerusakan dan masih menganggap bangsa yang dicintai Tuhan: Ya, mereka pernah dimuliakan, tapi itu hannya menjadi kisah bagi umat kemudian.
Sebagian cendekiawan beranggapan, bahwa tanahmu adalah tanah mulia tiga agama: tidakkah mereka berfikir, bagaimana Tuhan Yang Satu Menjadikan Tiga Agama?
Ratusan tahun sudah, era modern dan diktator abad 21 mengatasnamakan
kemuliaan tanahmu, sambil terus mencuri, membakar, membunuh anak anak dan merusak kehidupan di Tanah Alquds.
Namun para pembelamu masih tegak berdiri, menukar dengan darah, harta dan jiwa, sebab engkau tanah suci masa depan.
Dan kami disini, yang lemah dan takut,
sayup sayup mendokanmu, sambil berharap keberkahan tanahmu.[]




