Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaBerita Aceh UtaraTanaman Jagung Kelompok...

Tanaman Jagung Kelompok Tani di Banda Baro Gagal Panen, Ini Sebabnya

ACEH UTARA – Tanaman jagung Kelompok Tani (Koptan) ‘Makmue Beusare’ dan Koptan ‘Tani Sentosa’ di Gampong Jamuan dan Alue Keureunyai, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, gagal panen. Diduga penyebabnya pemupukan tanaman jagung itu tidak kontinu, dan diperparah dengan adanya serangan hama.

Dua koptan yang mengembangkan tanaman jagung tersebut merupakan binaan Korem-011/Lilawangsa berkerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Pemkab Aceh Utara.

Kasiter Korem-011/Lilawangsa, Letkol Inf. Mulyadi, bersama pihak Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, tim penyuluh pertanian, pengurus koptan, dan pemilik lahan, meninjau ke lapangan untuk melihat kondisi tanaman jagung yang gagal panen itu, Kamis, 20 Januari 2022.

“Kita memang dari awal ikut membantu dengan modal diberikan kepada kelompok tani itu kurang lebih Rp30 juta yang diperoleh dari Koperasi Korem-011/LW. Bantuan ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Letkol Inf. Mulyadi kepada wartawan.

Mulyadi menilai kurang maksimalnya pertumbuhan tanaman jagung itu hingga gagal panen disebabkan beberapa faktor. Pihaknya melihat saat masa tanam, pemupukan tidak kontinu, walaupun pupuk sudah diberikan. “Kemudian saat pemupukan sebelumnya pada November-Desember 2021 itu juga turun hujan terus-menerus, sehingga kondisi lahan yang sudah bersih jadi tergerus terbawa air ke lembah. Akibatnya, tanaman itu menjadi kurang maksimal,” ujarnya.

“Kita melihat ada juga pengaruh serangan hama babi dan monyet di areal perkebunan jagung milik kolompok tani tersebut,” ucap Mulyadi.

Mulyadi menyebut luas lahan yang ditanami jagung oleh dua koptan itu sekitar 25 hektare. “Tetapi belum bisa dipastikan (berapa hektare) yang tidak dapat dipanen seluruhnya dari luas lahan itu, karena ada dua zona penanaman jagung, zona A dan B”.

“Di zona A sebagaimana kita lihat memang cukup terganggu pertumbuhannya akibat beberapa faktor tadi. Begitu juga pada zona B, sebagian tanaman jagung pertumbuhannya kurang maksimal,” tutur Mulyadi.

“Memang warga di sini tampaknya baru pertama kali menanam jagung. Mungkin dari kekurangan ini nanti bisa menjadi perbaikan untuk ke depan,” tambah Kasiter Korem-011/Lilawangsa itu.

Ketua Kelompok Tani Makmue Beusare Gampong Jamuan, Kecamatan Banda Baro, M. Thaib, mengatakan anggota koptan ini 14 orang dan sudah bekerja maksimal. “Akan tetapi, ini baru kali pertama melakukan penanaman jagung, dan tidak mengerti kendalanya bagaimana,” ucapnya.

Anggota koptan tersebut menanam bibit jagung pada 13 Oktober 2021 lalu. Saat usia jagung belum sampai sebulan, kawasan itu diguyur hujan deras. “Akibatnya pertumbuhan jagung tidak terlihat ada perkembangannya hingga terjadi seperti ini,” ujar Thaib.

“Karena gagal panen, kita mengalami kerugian sekitar Rp30 juta sesuai modal diterima koptan di bawah binaan pihak korem. Kami hanya merawat tanaman, sedangkan lahan ini milik M. Yusuf yang diberikan kepada kelompok tani untuk menanam jagung,” tambahnya.

Dia menyebut ke depan pihaknya berencana menanam bibit jagung jenis lain. “Kita akan mencoba beberapa jenis lain, mana yang lebih cocok,” ucap Thaib.

M. Yusuf mengatakan lahan itu merupakan bekas kebun sawit miliknya yang kemudian dijadikan areal pengembangan tanaman jagung untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koptan.

“Tetapi, ini bukan dalam bentuk sewa lahan, tidak ada biaya sedikit pun saya minta. Saya memberikan lahan untuk penanaman jagung kepada kelompok tani ini untuk pemberdayaan masyarakat tani,” ujar Yusuf alias Ayah Sop.[]

Baca juga: