LHOKSEUMAWE – Puluhan hektar tanaman padi yang baru saja masuk masa tanam mati akibat teradam banjir sejak sepekan lalu. Kerugian petani mencapai ratusan juta rupiah dan terpaksa harus melakukan pembibitan ulang.
“Rata-rata yang baru saja ditanam, bila terendam sampai pucuk lebih dari tiga hari akan mati. Jika dihitung sampai hari ini berarti sudah lebih dari tiga hari. Batang padi dan daunnya layu dan berwarna hitam,” ujar Sofyan, 45 tahun, petani setempat, Rabu, 12 Juli 2017.
ia menjelaskan, di kawasan tersebut kerap banjir bila diguyur hujan lebat seharian. Penyebabnya tidak ada saluran pembuangan yang mumpuni sekaligus kawasan tersebut belum teraliri irigasi.
“Satu sisi kami beruntung bila hujan, karena sawah masih tadah hujan, namun bila hujan lebat ya seperti ini kondisinya, tanaman mati dan terancam gagal tanam,” terangnya.
Ia dan petani di kawasan tersebut berharap, ada bantuan pemerintah ketika petani terkena musibah seperti itu, minimal mendapatkan bantuan bibit baru, untuk menggantikan padi yang mati.
“Petani kecil seperti kami ini tidak mengharapkan bantuan lain dari pemerintah, dengan adanya perhatian disaat terkena musibah seperti, itu sudah luarbiasa,” katanya.[]


