LHOKSUKON – Sepanjang 30 meter tanggul di Gampông Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, terancam jebol, Selasa, 28 Maret 2017. Jika tanggul jebol, dipastikan akan merendam seluruh gampông di kecamatan tersebut.

“Saat ini sisa badan tanggul hanya sekitar 70 centimeter. Kami sudah ukur, tanggul yang terancam jebol itu memiliki panjang sekitar 30 meter. Di lokasi, ada sekitar enam rumah yang berada persis di pinggiran tanggul,” ujar Geuchik Gampông Paya Beurandang, M Munir An Nabawi, saat ditemui  portalsatu.com di lokasi, Selasa siang.

Ia menyebutkan, tanggul itu mulai retak sejak 13 Februari 2017 lalu. Kala itu, kata geuchik, dirinya langsung melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.

“Waktu saya lapor, pihak BPBD mengarahkan agar saya membuat proposal terkait tanggul itu. Katanya saat ini sedang dalam proses gambar dan akan segera dikerjakan. Kami berharap pengerjaan tanggul segera dilakukan, karena jika roboh, air akan merendam seluruh gampong di Tanah Luas,” ucap Munir.

Di Paya Beurandang terdapat 130 Kepala Keluarga (KK) dengan 450 jiwa. “Saat ini padi di sawah sedang memasuki masa panen. Jika tanggul jebol, maka petani akan gagal panen karena sawah terendam air. Hari ini, tiba-tiba tanggul itu runtuh lagi di bagian tikungan, malah terancam jebol. Kondisi ini membuat petani khawatir,” kata Munir.

“Sebagai tanggap darurat, camat telah memberikan dana pribadi Rp 2 juta untuk antisipasi jebol tanggul. Uang itu kami gunakan beli tanah timbun, goni dan bambu. Untuk tanah mulai tiba hari ini. Tanah itu kita masukkan goni dan kita susun di lokasin tanggul jebol, untuk penanganan sementara,” kata Munir.

Secara terpisah, Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar mengatakan, tanggul sungai di Paya Beurandang, Tanah Luas sedang dalam proses.

“Tanggul itu memang akan segera dikerjakan dan dalam proses. Besok (Rabu), saya akan kembali datang ke Sekda untuk memberi kabar, bahwa kondisi tanggul sudah emergency dan harus segera dikerjakan sesegera mungkin,” kata Munawar.[]