BANDA ACEH – Dengan adanya larangan perayaan tahun baru 2019 Masehi di Aceh, membuat para turis muslim dari luar daerah Aceh mengucapkan syukur.
"Saya melihat tadi malam benar-benar tidak ada kembang-kembang api di langit Kota Sabang, dengan itu mengharuskan saya untuk mengucapkan Alhamdulillah," kata seorang pemuda Tour Guide asal Titi Kuning, Medan, Yudi saat dijumpai portalsatu.com/ di Makam Kerhoff, Banda Aceh, Selasa 1Januari 2019.
Suasana pergantian tahun Masehi ini sepanjang jalan kota dan pantai terlihat sepi. Namun para wisatawan yang berkunjung ke Kerkhof dan Museum Tsunami masih ramai seperti biasa.
Yudi mengatakan ia baru saja kembali dari Sabang bersama tiga keluarga yang dipandunya, kemudian berkunjung ke Museum Tsunami, Mesjid Raya Baiturrahman, dan ke kapal PLTD Apung.
Bagi Yudi, Aceh adalah sudah tidak asing lagi baginya karena dalam dua bulan sekali ia tentu akan ke Aceh. Perjalanan kali ini ia bersama rombongannya ke Aceh berangkat pada Sabtu dengan menggunakan mobil pribadi, dan perjalanan darat yang harus ditempuhnya memakan waktu sekitar sekitar 12 jam. Pada pagi Rabu besok ia dan rombongan akan kembali ke Medan.
“Selain menyukai sayariat islam yang diterapkan di Aceh, saya juga menyukai keindahan alamnya,” katanya.[]


