Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBerita Aceh UtaraTantangan dan Peluang...

Tantangan dan Peluang PJJ di Masa Pandemi

LHOKSUKON – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Rabu, 27 Oktober 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Tantangan dan Peluang Pembelajaran Jarak Jauh di Saat Pandemi Covid-19”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen dosen, guru, mahasiswa, dan pelajar, dihadiri oleh sekitar 74 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Resista Vikaliana, S.Si., M.M., Akademisi Bid. Manajemen, Penulis Buku, Penggiat Taman Bacaan KBM; Arief Rama Syarief, S.T., M.Kom., Staf Ahli–Bidang IT PT. Prima Armada Raya; Dr. Syarifah Rahmah, M.Ag., Wakil Dekan 3 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan; dan Dr. Suwardi Jamal, M.Pd., Kaprodi PPKn FKIP Unaya. M. Fajar Nugraha sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama tampil Resista Vikaliana, S.Si., M.M., memaparkan digital skill berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Digital skill sangat penting karena penguasaan keterampilan digital atau digital skill, dan menentukan keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Giliran pembicara kedua, Arief Rama Syarief, S.T., M.Kom., menjelaskan kejahatan dapat terjadi pada aplikasi web maupun aplikasi mobile app. Untuk meningkatkan keamanan aplikasi mobile app ialah dengan cara berhati hati dengan API KEY. API key berfungsi sebagai sistem otentikasi untuk mencegah akses data dari pihak yang tidak sah. Yang kedua mengamankan kode aplikasi yang digunakan. Yang ketiga menggunakan jasa IT security, dan yang keempat gunakan otentikasi tingkat tinggi.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Dr. Syarifah Rahmah, M.Ag., mengatakan harus ada perbaikan kualitas dan kuantitas untuk menggerakkan literasi. Kualitas dan kuantitas di mulai dari guru dalam mengenalkan budaya melek literasi digital dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran tersebut guru harus melalui beberapa tahap agar budaya yang akan diciptakan akan berhasil sesuai dengan target.

Pembicara keempat, Dr. Suwardi Jamal, M.Pd., menuturkan guru yang berprofesi sebagai pendidik yang profesional dengan kemampuan (kompetensi) pedagogik, pribadi, sosial dan profesional dengan komunikasi sosial yang harus lebih dari biasa.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Seperti Devri Nuraini yang bertanya kecakapan digital sangatlah dibutuhkan saat ini. kecakapan digital harus diaktualisasikan sesuai pada tempatnya. Tak terkecuali dalam lingkup pendidikan. Ketika guru memberikan presentasi ada saja siswa yang tidak memperhatikan dan kurang cakap dalam memanfaatkan zoom, ada juga yang ketika disuruh tugas membuat PPT tapi PPT yang dibuatnya kurang relevan dan menarik.

Maka apa saja skill baru yang harus dikuasai siswa saat ini agar bisa disebut cakap digital dan bagaimana cara siswa untuk mengasah skill tersebut?

Narasumber Resista Vikaliana, S.Si., M.M., menanggapi yang pertama untuk pembelajaran sebagai pendidik kita harus menyampaikan materi secara menarik. Bagi siswa agar lebih terampil sebagai pendidik kita harus mengevaluasi hasil kerja peserta didik.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: