Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaInspirasiTeknoMenjadi Pengguna Internet...

Menjadi Pengguna Internet yang Beradab

JANTHO – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Rabu, 3 November 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa Aceh Besar, siswa-siswi Aceh Besar, dan masyarakat umum, dihadiri oleh sekitar 199 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Muhaimin, S.IP., M.A., CEO Nextup ID; Muhammad Arif Rahmat, SHI., CEO PT Kampung Kaleng Indonesia; Dara Rasita, ST., S.Pd., M.Ed., Dosen BK FKIP Universitas Syiah Kuala; dan Tgk. H. Amri M. Ali, Tokoh Masyarakat, Pengusaha. Lutfiah sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada Sesi pertama tampil Muhaimin, S.IP., M.A., memaparkan perubahan dari industri 4.0 menuju society 5.0 akan dimulai dari terfokusnya kita sebagai umat manusia untuk mencapai kemajuan bersama, berdampingan bersama teknologi yang sudah berkembang. Barangkali di masa depan kita bisa melihat penggabungan antara manusia dan mesin, yang bekerja dalam harmoni guna mencapai kemajuan bersama.

Giliran pembicara kedua, Muhammad Arif Rahmat, SHI., menjelaskan tips internet sehat dan aman yaitu, pahami aturan atau policy setiap aplikasi digital, batasi pemberian informasi atau identitas pribadi, tidak merespon phising, spam dan tidak asal klik linknya, batasi pemasangan foto dan video pribadi di internet (media sosial), jangan terpancing untuk menambahkan teman sebanyak-banyaknya di internet, tidak melakukan bullying, berkelahi, adu argumen di internet, lakukan pengecekan ulang dan sumber informasi di internet, pengawasan terhadap anak-anak dalam menggunakan internet.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Dara Rasita, ST., S.Pd., M.Ed., mengatakan beradab secara positif memudahkan akses dan beraktivitas dan melahirkan kreativitas sedangkan tidak berkarakter yaitu negatif tidak cakap digital dan menyebabkan hate speech dan nomophobia.

Pembicara keempat, Tgk. H. Amri M. Ali, menuturkan adab bermedia sosial menurut islam yaitu dengan tabayyun (cek dan ricek), menyampaikan informasi dengan benar, haram menebar fitnah, kebencian, dan lainnya, media sosial digunakan untuk amar ma’ruf nahi munkar yang menjamin dan mengatur kebebasan ekspresi, tidak digunakan untuk mengolok-olok orang lain serta larangan menebarkan kebencian dan berita palsu.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Di antaranya Asa Lintang yang bertanya jika terus menerus mengganti password tentu saya perlu mencatat juga di note gadget agar tidak lupa dengan model password yang rumit. Apakah itu tidak menjadi lebih bahaya untuk saya ketika gadget saya hilang atau dipinjam? Kemudian ketika akun kita diretas, hal tercepat apa yang bisa kita lakukan dalam melindungi data kita? Narasumber Muhaimin, S.IP., M.A., menanggapi updatelah password secara berkala serta gunakan password yang berbeda di setiap platform yang kita miliki.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](rilis)

Baca juga: