TAPAKTUAN – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Tarmizi A Karim – Machsalmina Ali kembali menyatakan komitmennya akan memajukan pembangunan infrastruktur di Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh yang selama ini masih tertinggal.

“Kami komitmen telah menanamkan tekad memprioritaskan kemajuan pembangunan infrastruktur di Pantai Barat Selatan Aceh. Ke depannya tidak ada istilah lagi wilayah tertinggal dan termarginal. Sebab program pembangunan yang akan di realisasikan sama rata dan berkeadilan,” kata Calon Gubernur Aceh, Tarmizi A Karim dalam orasi politiknya saat menggelar kampanye akbar di kompleks Terminal Terpadu Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Sabtu, 4 Februari 2017.

Menurutnya, wilayah pantai barat selatan Aceh khususnya Kabupaten Aceh Selatan memiliki sumber daya alam melimpah ruah baik dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian maupun kelautan dan perikanan.

“Salah satu program konkrit yang menjadi fokus utama kita nanti adalah akan membangun pabrik pengolahan batu marmer. Program ini menjadi skalaprioritas kami karena di Aceh Selatan cukup banyak tersedia batu besar (batu gajah) berkualitas bagus dimana jika diolah secara tepat bisa menjadi produk bernilai jual seperti marmer,” ungkapnya.

Dihadapan ribuan masyarakat Aceh Selatan yang memadati lokasi kampanye, Tarmizi A Karim menegaskan bahwa keputusan dirinya mengganti calon wakil Gubernur untuk mendampinginya pada Pilkada 2017 dari Zaini Jalil ke Machsalmina Ali, murni didorong keinginan pribadinya. Sebab Tarmizi A Karim yang mengaku sangat lama tinggal di Aceh Selatan tersebut, merasa bahwa wilayah tersebut sudah seperti kampung halamannya sendiri sehingga dia berkewajiban untuk memajukan pembangunan di pantai barat selatan Aceh khususnya Aceh Selatan sehingga statusnya tidak lagi tertinggal.

“Pemilihan pak Machsalmina Ali ini murni keputusan pribadi saya. Saya yang langsung menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara melaporkan rencana tersebut. Ketika saya sebut nama pak Machsalmina Ali tidak asing lagi bagi bapak Presiden karena beliau mantan Bupati Aceh Selatan dua periode dan sekarang menjabat Sekretaris Golkar, sehingga bapak Presiden menyambut baik langkah itu sembari menyarankan untuk dikoordinasikan dengan Ketua Umum Partai NasDem. Demikian juga Ketua Umum NasDem Surya Paloh, ketika saya sebut nama pak Machsalmina Ali langsung di respon positif karena memang sudah beliau kenal sejak lama,” kata Tarmizi.

Atas dasar itu, sambung Tarmizi, pihaknya kembali memastikan bahwa keputusan mereka maju pada Pilkada Aceh 2017 jelas-jelas atas restu Presiden. Sehingga sangat wajar jika ada pihak yang menyebutkan pihaknya merupakan utusan pusat.

“Kedekatan kita dengan Presiden dan jajarannya tersebut merupakan modal awal dalam upaya kita memajukan pembanguan Aceh ke depan. Tanpa kepercayaan dari pusat mustahil kita bangun Aceh dengan cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 1, Machsalmina Ali dalam orasi poltiiknya mengklarifikasi tudingan oknum tertentu yang menyebutkan hubungan dirinya dengan Calon Gubernur Tarmizi A Karim sudah retak dan jika terpilih nanti cepat pecah kongsi.

“Dalam kesempatan ini, saya jelaskan kepada seluruh rakyat Aceh Selatan bahwa hubungan kami baik-baik saja dan tetap solid bekerja keras bersama tim pemenangan dan seluruh rakyat Aceh memenangkan Pilkada 2017. Kami berjanji akan tetap kompak dan tidak mudah retak jika dipercaya memimpin Aceh ke depan,” tegas Machsalmina Ali.[]

Laporan: Hendrik Meukek