BANDA ACEH – Anggota Komisi VI DPR Aceh, Tarmizi, menyayangkan sikap Gubernur Aceh yang melarang imigran Sri Lanka mendarat di pantai Lhoknga, Aceh Besar beberapa waktu lalu. Padahal cuaca di laut lepas saat itu sedang buruk dan mesin kapal yang ditumpangi para imigran ini juga rusak.

“Kita masyarakat Aceh, sesama manusia, seharusnya ada rasa sayang kepada mereka yang begitu jauh terdampar dari tujuan perjalanannya. Apalagi ini bulan suci, seharusnya kita saling membantu dan berbuat kebaikan,” kata Tarmizi.

Dia mengapresiasi sikap rekan-rekan sesama anggota dewan yang langsung terjun ke lapangan begitu mengetahui adanya kejadian terdamparnya para imigran tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan para anggota legislatif ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap sesama. 

Selain itu, Tarmizi juga sepakat dengan langkah-langkah yang ditempuh Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Menurutnya sikap Mualem mencerminkannya sebagai pemimpin yang responsif terhadap isu-isu kemanusiaan. 

“Saya berharap Pemerintah Aceh, terutama Gubernur Aceh, harus memberikan dan menampung para imigran yang terdampar ini untuk sementara waktu hingga kapalnya selesai diperbaiki. Berikan apa yang kira-kira mereka butuhkan dan layani mereka sebisa mungkin atas nama kemanusiaan,” katanya.

Tarmizi juga berharap adanya tempat untuk menampung para imigran ini, terutama untuk anak-anak dan wanita, di Aceh walaupun sementara waktu. “Yang jelas, jangan biarkan mereka begitu saja,” ujarnya.[](bna)