LANGSA – Tenaga Ahli Menteri Perindustrian RI, Didi Apriadi, meninjau Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, dan Gampong  Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Jumat, 25 Maret 2016. Dua lokasi itu akan dijadikan sebagai kawasan industri minyak goreng di Langsa.

Didi Apriadi tiba di Sekretariat Kota Langsa, sekitar pukul 15.30 WIB. Ia disambut Wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal, Ketua DPD Partai Hanura Kota Langsa, Ali Sadly, Asisten I Pemko Langsa, Suriyatno AP MSP, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usahan Kecil Menengah (Diskoperidag dan UKM) Ariman dan Kepala Bappeda Saed Fadli.

Didi didampingi rombogan Pemko Langsa kemudian menuju lokasi Kuala Langsa.Di sela-sela kunjungannya, Didi Apriadi kepada wartawan mengatakan, ia ingin melihat lokasinya yang direncanakan akan dibangun industri minyak goreng.

Menurut Didi, rencana tersebut sudah sejak tahun 2014, bahkan detail engineering design (DED) telah disiapkan oleh Pemko Langsa. “Atas dukungan dari teman-teman di daerah, makanya kita datang langsung untuk meninjau lokasinya,” ujar Didi Apriadi yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Hanura.

Dia menyebutkan lahan untuk lokasi industri sudah disiapkan oleh pemko setempat, sehingga tinggal mencari investor untuk investasi. “Sementara mengenai masalah aspek hukumnya nanti kita akan mencari solusinya bersama-sama. Demi industri ini bisa terbangun mestinya harus saling membantu,” katanya.

“Intinya kita mendukung dan akan melihat secara menyeluruh apa-apa yang belum siap. Nantinya kita laporkan kepada Pak Menteri, karena kita ingin sekali memajukan Kota Langsa di bidang perindustrian,” ujarnya Didi lagi.

Didi menambahkan, jika diihat hasil kajian yang dibuat pemda setempat, hasil CPO-nya sudah memadai, kebutuhan minyak sawit di Propinsi Aceh cukup banyak. “Ditambah lagi dengan adanya hasil di sini yang bisa diekspor, maka untuk menguatkan keberadaan industri di kawasan Kuala Langsa sudah layak karena kalau impor itu sudah biasa,” katanya.

Dari Kuala Langsa, Didi kemudian menuju Gampong Timbang Langsa. Di sana, ia bersama rombongan disambut oleh Wakil Wali Kota Langsa Drs. H. Marzuki Hamid, M.M.

Marzuki Hamid mengatakan, Pemko Langsa telah menyiapkan lahan seluas 101 Ha termasuk untuk kawasan industri terutama pembangunan pabrik minyak goreng. Kata dia, DED dan Analisa mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah ada.

“Kita sudah siapkan lahan yang telah memiliki sertifikatnya untuk pembangunan kawasan industri terutama minyak goreng.Sementara kita hanya tingal kepastian dari pihak kementerian dan kerja sama operasional (KSO) pun sudah siap,” ujar Marzuki.

Di Kuala Langsa, kata dia, selain industri pengolahan CPO juga akan dibangun power plant atau pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) kapasitas 2×250 MW.

“Jadi ada tangki CPO, galangan dok kapal dan industri tiket. Ada beberapa MoU yang sudah ditandatangani dengan pihak invertor, kini hanya menunggu kesiapan saja,” ungkapnya.[]