LHOKSEUMAWE – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase Tengku Zulkarnaini Bin Hamzah menyayangkan sikap sejumlah anggota DPR dan DPD RI asal Aceh yang terkesan haus kekuasaan. Bukannya memperjuangkan kepentingan Aceh secara maksimal di tingkat pusat, kata dia, tapi malah ngotot merebut kursi kepala daerah melalui pilkada 2017.

“Anggota DPR, DPD, yang sudah dipilih oleh rakyat Aceh, jangan hanya duduk santai dan bersenang-senang di Jakarta, kemudian pulang ke Aceh malah berebut atau berlomba-lomba menjadi calon gubernur dan bupati atau wali kota,” kata Tengku Zulkarnaini atau Tengku Ni dalam pidatonya pada acara kenduri maulid di kantor PA, Geudong, Kecamatn Samudera, Aceh Utara, Kamis, 7 April 2016.

Menurut Tengku Ni, mestinya semua anggota DPR dan DPD RI yang telah diberi amanah oleh rakyat Aceh melalui pemilu legislatif 2014 lalu, mendukung pemerintah daerah lebih maksimal. Mereka, kata Tengku Ni, seharusnya memperjuangkan berbagai program sumber dana APBN lewat kementerian-kementerian terkait untuk pembangunan daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat Aceh.    

“Jadi, perle tapeuingat keu bandum wakil rakyat Aceh yang na Jakarta, di DPR dan DPD, bek jak duek-duek mantong inan, tapi beu didukong pemerintah daerah untuk peumaju Aceh,” ujar Tengku Ni yang juga Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Utara seperti dikutip Halim Abe, Juru Bicara PA setempat kepada portalsatu.com.

Tengku Ni juga berharap para anggota DPR dan DPD RI asal Aceh jangan hanya bersikap diam melihat Pemerintah Pusat yang sampai saat ini belum mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki secara menyeluruh. “Jangan diam saja, karena rakyat Aceh memilih Anda untuk memperjuangkan kepentingan Aceh di tingkat pusat,” katanya.[] (idg)