SUBULUSSALAM – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kota (RKPK) Subulussalam tahun anggaran 2021 berlangsung secara online melalui video teleconference (vidcon) dipandu Wali Kota H. Affan Alfian Bintang bersama Wakil Wali Kota Drs. Salmaza dari Pendopo Wali Kota Subulussalam setempat, Senin, 27 April 2020.
Kepala Bappeda Kota Subulussalam, Zulkifli, S. STP., M.Si., mengatakan Musrenbang RKPK tahun anggaran 2021 diikuti peserta terbatas, menerapkan physical distancing (jaga jarak) mengikuti protokol pencegahan dan penanganan Covid-19.
Kegiatan Musrenbang dibagi dua, pertama secara tatap muka di pendopo wali kota dihadiri unsur muspida. Kedua secara online melalui vidcon yang tersambung dengan para SKPK, anggota DPRK dan Bappeda Aceh turut langsung memantau jalannya pelaksanaan Musrenbang RKPK Subulussalam tahun anggaran 2021.
Musrenbang dengan tema “Meningkatkan infrstruktur pelayanan dasar dan mempercepat pemulihan ekonomi rakyat Pascapandemi Covid-19” ini dilakukan secara online dalam rangka mendukung upaya penerapan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini sedang melanda Indonesia, termasuk Aceh.
“Pelaksanaan Musrenbang kali ini mengikuti protokol pencegahan dan penanganan Covid-19,” kata Kepala Bappeda Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan meski diikuti peserta yang terbatas, namun seluruh pemangku kepetingan tetap mewakili dalam pelaksanaan Musrenbang RKPK Subulussalam tahun 2021 berjalan dengan baik tanpa ada hambatan apapun.
Sementara Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang mengatakan pelaksanaan Musrenbang tahun ini selain bertepatan pada bulan suci Ramadan 1441 H, juga daerah sedang dilanda pandemi global virus corona SARS CoV-2. Maka kegiatan Musrenbang harus mengikuti protokol pencegahan Covid-19.
Wali Kota Affan Alfian Bintang mengatakan, dalam Musrenbang ini tidak hanya merancang program pembangunan saat ini saja, namun harus dapat menyelesaikan permasalahan di masa mendatang.
Bintang menyadari APBK Subulussalam masih sangat terbatas tidak mampu menampung seluruh usulan program dan kegiatan yang diusul melalui SKPK. Karena itu, dibutuhkan kecermatan untuk memilih program prioritas untuk anggaran 2021 mendatang.[]




