SUBULUSSALAM – Siapa yang tak kenal ikan lele sale. Ikan yang lebih akrab di telinga masyarakat sebagai ikan lele asap ini merupakan makanan khas daerah Kota Subulussalam. Maka tak heran ikan kering ini juga menjadi menu favorit berbuka puasa pada saat puasa, tak terkecuali Ramadan 1437 Hijriah tahun ini.
Cara membuat lele asap sangat sederhana melalui proses pengasapan ikan hingga mengering dan berwarna kehitaman. Bagi pedagang ikan sale di Pasar Terminal Terpadu Subulussalam, cara pengasapan yang dilakukan masih tergolong tradisional. Ikan berkumis tersebut diasapi menggunakan bara api, membutuhkan waktu beberapa hari untuk pengasapan, sehingga tingkat kelezatannya jauh berbeda dengan pengasapan menggunakan oven.
Salah seorang warga Subulussalam, Rumaidah kepada portalsatu.com, Jumat, 1 Juli 2016 mengtakan ikan sale ini sangat diminati dikarenakan banyak mengandung gizi dan protein. Selain itu, juga sangat enak untuk dinikmati bersama keluarga apalagi untuk sajian berbuka puasa.
Lele asap merupakan salah satu menu yang banyak dicari penggemar lele, rasanya yang khas disukai semua orang. Dari mulai anak kecil sampai orang tua, dan tanpa membedakan pria maupun wanita.
Masakan ini mudah didapat di rumah-rumah makan yang ada di wilayah Kota Subulussalam. Rasa daginnya yang empuk menggugah selera, baik dimasak dengan bumbu asam pedas, gulai santan maupun goreng balado. Kenikmatannya tidak mengurasi rasa khas lele asap itu sendiri, bahkan kulitnya yang hitam begitu kurih terasa di lidah.
Harga lele asap di Pasar Tradisional Terminal Tepadu kota Subulussalam mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Meski tergolong mahal dari harga ikan basah yang hanya sekitar Rp 25-30 ribu per kilogram, namun peminat ikan ini tetap saja banyak, hal dapat dilihat kondisi lapak penjualan ikan lele kering tidak pernah sepi pengunjung.
Lele asap tidak hanya digemari oleh warga Subulussalam saja, namun juga sering dijadikan oleh-oleh bagi masyarakat yang datang ke Bumi Sadakata ini. Karena produk lele asap ini merupakan makanan khas asli Kota Subulussalam.
Ikan ini banyak diproduksi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri lalu disalurkan ke pedagang-pedagang di Pasar Tradisional Terminal Kota Subulussalam untuk dijual kepada masyarakat. Namun jika tidak sanggup membeli per kilogram karena harganya yang mahal, anda bisa membeli setengah kilo, seperempat ataupun per ons.
Karena pedagang di pasar tradisional tidak mewajibkan Anda harus membeli banyak, bagi mereka yang penting dagangan bisa terjual. Hal ini disebabkan ikan lele asap tahan lama karena melalui proses pengeringan secara manual dengan asap, sehingga walapun berminggu di pasaran rasanya tetap nikmat ketika sudah dimasak.
Permintaan lele asap selama Ramadan ini meningkat, alhamdulillah ini berkah bulan puasa dagangan kami semakin laris, kata Mutaliq, seorang pedagang di pasar tradisional.[](ihn)
Laporan Dirman Bakongan




