SUKA MAKMUE – Penetapan Samsuar alias Wan Malaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Nagan Raya membuat suasana sesama kader partai tersebut memanas. Setelah sebelumnya simpatisan Chalidin Oesman diduga merusak Kantor DPA Partai Aceh di Banda Aceh, kali ini mereka berupaya membubarkan konferensi pers yang diadakan Dewan Pimpinan Wilayah PA Nagan Raya kubu Samsuar, yang telah mendapat Surat Keputusan (SK) dari DPA PA Pusat per 5 Januari 2018.

Potensi gesekan akibat dualisme kepentingan ini dikhawatirkan terjadi di lapangan setelah keputusan tersebut. Hal ini pula yang diduga membuat Chalidin Oesman yang terpilih sebagai DPW PA Nagan Raya versi Muswil Grand Nagan angkat bicara. Melalui akun Facebook miliknya, Chalidin mengeluarkan pernyataan yang dinilai mampu meredam situasi di lapangan terkait dualisme Partai Aceh di Nagan Raya tersebut.

Dalam postingannya, Chalidin Oesman mengharapkan kebersamaan DPW PA Nagan Raya tetap terjalin erat, terlepas siapa yang menakhodai DPW PA saat ini. Berikut isi postingan Chalidin Oesman terkait status dualisme kepemimpinan PA di Nagan Raya, yang diunggah pada Jumat, 19 Januari 2018:

“Pemimpin tidak harus selalu berada di depan, yang penting pemimpin tetap berada  di tengah-tengah orang-orang yang dipimpin olehnya. Ketika pemimpin berada di posisi paling depan, maka dia harus mampu membawa pasukannya ke arah yang lebih baik. Ketika pemimpin berada di tengah-tengah barisan, dia harus mampu menjadi penyemangat bagi pasukannya. Ketika dia berada pada posisi yang paling belakang, dia pun harus mampu mendorong agar semua pasukannya tetap bergerak untuk terus maju menuju kebaikan. Insyaallah dalam segala bidang saya siap ditempatkan dimanapun, karena sesungguhnya pemimpin tidak memimpin di atas kehendaknya sendiri, pemimpin tidak memimpin di atas kepentingan pribadinya, karena pemimpin dituntut harus memimpin atas kehendak dan kepentingan umat atau orang-orang yang dipimpin olehnya. Stop perdebatan mari kita saling merangkul, bahu membahu demi cita-cita bersama. Perahu tidak boleh retak, demi kebersamaan saya dengan ikhlas menerima keputusan DPP PA yang telah meng-SK-kan Tgk Samsuar sebagai Ketua Partai Aceh di wilayah Nagan Raya, mari kita dukung dan bekerja demi cita-cita bersama. Perahu kami tetap berlayar terlepas siapapun nahkodanya! Karena kami mendayungnya dengan semangat kebersamaan.”

Status ini mendapat tanggapan dan apresiasi dari netizens. Rico melalui akun @ricocapriansyah, misalnya. “Sikap pak wabup adalah mencerminkan ksatria yang berjiwa besar… (emoticon jempol),” tulis Rico.

Selanjutnya akun @ajamutia, “Bijaksana dari sosok pemimpin itu lebih berharga dari segudang intan permata, saya salut dan takzim dengan pak wabup.”

Apresiasi juga datang dari akun @rahmatqadriamin, yang menulis, “Jika semua pemimpin yg ada di Nagan seperti pak Wabup…insya Allah nagan akan sejuk dlam kedamaian selalu…”[] (*sar)