SUBULUSSALAM – Aswin Halawa (21), penduduk Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, menjadi mualaf setelan terinspirasi dengan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS). Pemuda yang sebelumnya memeluk agama Kristen ini juga mengaku pengagum dai kondang asal Makassar, Ustaz Das’ad Latif.
Aswin Halawa mengenal agama Islam lewat ceramah disampaikan UAS dan Ustaz Das’ad Latif yang banyak ditemukan di channel YouTube.
“Saya suka nonton ceramah UAS sama Ustaz Das’ad Latif di YouTube, dari situ awalnya saja mengenal agama Islam,” kata Aswin Halawa kepada portalsatu.com/ usai mengucapkan dua kalimat syahadat dipandu Ketua Yayasan Mualaf Center Kota Subulussalam, Ustaz Juliamin Banurea, Minggu, 31 Januari 2021 lalu.
Di hadapan Ketua YMC Juliamin Banurea dan para ustaz dan masyarakat di sana, Aswin mengaku masuk Islam atas kesadaran dan keinginan sendiri, bukan paksaan atau suruhan orang lain, setelah terinspirasi UAS. Hal ini dibuktikan dengan selembar surat pernyataan Aswin Halawa dengan membubuhkan tanda tangan di atas materai enam ribu.
Aswin Halawa mengatakan niat menjadi mualaf sebenarnya sudah muncul sejak 2018 lalu. Keinginan itu muncul karena terinspirasi dari ceramah UAS dan Ustaz Das’ad Latif, terlebih ada beberapa temannya di Singkohor sudah terlebih dahulu menjadi mualaf.
Namun, waktu itu dia masih diselimuti keraguan, terlebih ibu dan bapaknya beragama nonmuslim, termasuk dua saudaranya yang perempuan. Akhirnya, niat Aswin menjadi mualaf waktu itu belum bisa terwujud, dan baru terealisasi di akhir Januari 2021. UAS cukup menginspirasikannya.
Ia sebenarnya masih dalam suasana duka, setelah ayahnya, Pangutulen Hawala meninggal dunia pada Desember 2020 lalu.
Satu bulan setelah kepergian ayahnya, pria berambut keriting ini memberanikan diri menghadap ibunya, Derhani Batubara, dan dua saudaranya perempuan untuk menyampaikan niatnya ingin menjadi mualaf.
Keluarga Aswin Halawa awalnya sempat shock mendengar niat pria berkulit sawo matang ini masuk Islam. Namun keluarga akhirnya, merestui niat Aswin ingin menjadi mualaf. Bahkan ibunya, Derhani Batubara mengingatkan putranya tidak main-main soal agama.
“Mamak sudah izin saya jadi mualaf, pesannya jangan main-main soal agama. Jadilah mualaf yang baik,” ungkap Aswin Halawa mengenang nasihat ibunya.
Sebagai satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga, Aswin Halawa menjadi tulang punggung keluarga membantu mengurus kebun kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dua saudara perempuan Aswin, yakni Arisma (25) dan Irma Suryani (17).
Setelah menjadi mualaf, Aswin kini masih berdomisili di Singkohor namun beda rumah dengan ibu dan saudara perempuan. Setiap Minggu Aswin akan bertolak ke Mualaf Center, Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam untuk mengikuti pengajian bersama puluhan mualaf lainnya.
Proses pengucapan kalimat syahadat saat Aswin menjadi mualaf dipandu langsung Ketua Yayasan Mualaf Center Kota Subulussalam, Juliamin Banurea disaksikan Termi Berutu (Imam Musholla YMC), Ustaz Parulian Sinurat, Ustaz Saleh Solihin dan Muhammad Rizal sebagai saksi.
Pemuda lajang ini terlihat fasih (lancar) melafazkan dua kalimat syahadat, mengikuti kalimat yang disampaikan Ustaz Juliamin Banurea. “Wah lancarnya, bagus. Coba ulangi sekali lagi,” kata Ketua YMC Juliamin Banurea saat membimbing Aswin Halawa menjadi mualaf.
Usai menjadi mualaf, Aswin langsung mengikuti salat Zuhur berjemaah di Musholla YMC di Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Minggu 31 Januari 2021 lalu. Aswin terlihat dipandu langsung salah seorang ustaz tentang tata cara wudu yang benar.[]







