Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsDPK Perbankan 10...

DPK Perbankan 10 Kabupaten dan Kota di Aceh Alami Kontraksi

LHOKSEUMAWE – Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh perbankan di 10 kabupaten dan kota dalam wilayah kerja Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe mengalami kontraksi sebesar 2,43 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Posisi DPK perbankan di wilayah tersebut pada Desember 2019 tercatat 13,90 triliun, mengalami kontraksi menjadi Rp13,56 triliun pada akhir Desember 2020. Hanya Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara DPK yang tumbuh sebesar 6,5 persen yaitu dari Rp5,26 triliun menjadi Rp5,73 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 5 Februari 2021, merincikan bahwa tabungan yang memiliki pangsa tertinggi yaitu sebesar 71,96 persen dari total DPK, menurun sebesar 5,29 persen (yoy) dari Rp10,30 triliun menjadi Rp9,76 triliun.

Sementara giro memiliki pangsa 15,09 persen meningkat sebesar 7,81 persen (yoy), yaitu dari Rp1,89 triliun menjadi Rp2,04 triliun. Begitu juga dengan deposito yang memiliki pangsa 12,95 persen, tumbuh  sebesar 3,49 persen (yoy) yaitu dari Rp1,69 triliun menjadi Rp1,75 triliun.

Yukon merincikan, pangsa DPK perbankan konvensional di 10 kabupaten/kota wilayah kerja Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe, pada Desember 2020 sebesar 18,4 persen. Sementara pangsa DPK perbankan syariah sebesar 81,6 persen. Komposisi tersebut berbalik dari posisi Desember 2019 yang didominasi oleh konvensial hingga 56,6 persen.

“Ini sejalan dengan proses konversi lembaga keuangan konvensional di Aceh menjadi syariah mengikuti Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018. Secara khusus untuk bank yang berlokasi di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, pangsa DPK konvensional sebesar 26,0 persen dan DPK syariah sebesar 74,0 persen terhadap total DPK di dua daerah tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Yukon menyebutkan, posisi kredit/pembiayaan yang disalurkan oleh bank di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe pada Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,62 persen (yoy), yaitu dari Rp16,76 triliun menjadi Rp17,03 triliun. Kualitas kredit terpantau aman dengan Non Performing Loan (NPL) di level 2,39 persen. NPL tersebut masih di bawah ambang batas aman sebesar 5 persen, dan menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,42 persen.

Sedangkan untuk Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, posisi kredit bulan Desember 2020 meningkat sebesar 6,14 persen (yoy) yaitu dari Rp5,35 triliun menjadi Rp5,68 triliun dengan NPL sebesar 1,63 persen, atau menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,56 persen.

“Secara sektoral, sektor yang memiliki posisi kredit/pembiayaan terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 16,99 persen mengalami kontraksi sebesar 13,20 persen (yoy). Utamanya dipengaruhi oleh pinjaman subsektor perdagangan eceran barang didominasi makanan minuman dan tembakau, perdagangan eceran makanan hasil pertanian, dan perdagangan eceran makanan minuman dan tembakau industri,” tambah Yukon Afrinaldo.

Senada hal tersebut, lanjut Yukon Afrinaldo, sektor industri pengolahan dengan pangsa sebesar 10,08 persen, meningkat sebesar 21,08 persen (yoy). Sementara itu, sektor pertanian dengan pangsa 6,11 persen dari total kredit, tumbuh sebesar 2,50 persen (yoy) dipengaruhi oleh peningkatan pada subsektor hortikultura dan sayuran yang dipanen lebih dari sekali.

Berdasarkan penggunaannya, kredit/pembiayaan untuk tujuan konsumsi memiliki pangsa terbesar yaitu 60,09 persen dan tumbuh sebesar 2,36 persen (yoy). Sementara kredit/pembiayaan modal kerja dengan pangsa 33,24 persen tumbuh sebesar 10,90 persen (yoy). Di sisi lain, posisi kredit/pembiayaan investasi yang memiliki pangsa 6,67 persen mengalami kontraksi sebesar 31,41 persen (yoy).

Selain itu, rasio kredit/pembiayaan terhadap DPK atau Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Desember 2020 sebesar 119,6 persen, meningkat dibandingkan November 2020 yang berada pada angka 117,4 persen. “Kondisi ini menunjukkan jumlah penyaluran kredit/pembiayaan yang lebih besar daripada penghimpunan DPK,” ungkapnya.

Kemudian menurut jenis kegiatannya, pangsa kredit perbankan konvensional pada Desember 2020 sebesar 14,9 persen dan pangsa pembiayaan perbankan syariah sebesar 85,1 persen.

“Khusus untuk bank yang berlokasi di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, pangsa kredit perbankan konvensional sebesar 28,0 persen dan pangsa pembiayaan perbankan syariah sebesar 72,0 persen, terhadap total posisi kredit/pembiayaan di dua daerah tersebut,” pungkasnya.[]

Baca juga: