MEUREUDU – Sedikitnya 10 ribu santri Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga mengikuti zikir, shalawat, dan doa bersama menyikapi aksi damai yang dilakukan umat Muslim di Jakarta, Jumat, 4 November 2016. Dalam doanya mereka meminta agar negeri ini tetap aman, damai dan dijauhkan dari segala kemungkaran serta kenistaan.

“Alhamdulillah tidak kurang hampir puluhan ribu santri melakukan zikir, shalawat dan doa bersama demi negeri ini selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala kemaksiatan dan kenistaan termasuk kenistaan agama,” ujar Teungku Marzuki M. Ali, salah satu guru senior Dayah MUDI dan tokoh agama setempat kepada portalsatu.com, Kamis, 3 November 2016.

Dia mengatakan jihad dan aksi damai tidak mesti ikut bergabung bersama massa di Jakarta. Namun sebagai santri, mereka memiliki cara tersendiri untuk menyikapi aksi tersebut.

“Bukankah doa itu senjata mukmin sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW? Dan kami malam ini telah mengarahkan dan menghidupkan “senjata Bazooka” tersebut, di malam Jumat yang penuh berkah ini,” kata Abati Simpang, yang juga tokoh supranatural Samalanga itu.

Abati juga mengharapkan aksi damai di Jakarta berjalan dengan aman, santun dan bisa memberi respontif positif serta angin segar terhadap apa yang diharapkan.[]