LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah, mengakui dalam beberapa tahun terakhir aroma busuk sangat mengganggu orang-orang yang berkunjung ke Waduk Reservoir. Ia menduga hal itu akibat pintu air ditutup dalam jangka waktu lama.

“Benar, sebelumnya banyak keluhan warga, tapi sudah kita atasi perlahan dengan membuka kembali pintu air secara rutin agar ada pergantian air,” kata Dedi kepada portalsatu.com di sela-sela kunjungan Pansus II LKPj Walikota 2016 di Waduk Reservoir,  Selasa, 20 September 2017.

Dedi menjelaskan, pintu air kembali dibuka sejak ia menjabat sebagai Kadis. Sebelumnya tidak bisa dibuka karena ada yang mengikat pintu di bagian bawah. Kondisi tersebut terjadi kira-kira selama setahun setengah.   

“Ikatan itu sudah kita lepas, dan pintu sudah bisa dibuka kembali. Kita buka dua kali dalam satu pekan,” katanya.

Ia mengatakan, tahun depan akan dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di tiap-tiap saluran air yang masuk ke waduk. Dananya akan dibantu oleh APBN. Bila instalasi itu selesai, air limbah yang masuk ke dalam waduk akan lebih bersih.

Terkait banyaknya keramba warga yang berada di dalam waduk, Dedi mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil kepala desa Pusong Lama. “Kita akan sampaikan bahwasanya dalam waduk tidak boleh ada yang memelihara ikan, dan kita akan jelaskan bahaya-bahayanya,” kata Dedi.[]