SIGLI – Direktur Yayasan Pos Bantuan Hukum dan HAM (YPB – HAM) Kabupaten Pidie, Said Safwatullah, SH, menyesakan dengan pelayanan Rumah Sakit Umum Chik Di Tiro, Sigli Kabupaten Pidie, yang dinilai main-main, sehingga membuat pasien seorang ibu hamil beserta bayi dalam kandungannya meninggal dunia.

Hal itu dikatakan Said Safwatullah, Selasa,17 Mei 2016 kepada portalsatu.com. Menurut dia, keluarga korban sudah melaporkan kepada pihaknya tentang kasus meninggalnya ibu beserta anaknya yang masih dalam kandungan, di RSU Sigli, Senin, 16 Mei 2016 sekira pukul 14.30 wib.

“Sangat kita sesali, sebuah RSU Type B, tapi untuk pasien yang emergensi masih ditangani asal – asalan oleh petugas medis, sehingga nyawa dua manusia melayang,” ungkap Said Safwatullah yang mangaku akan terus melakukan advokasi tentang kasus itu hingga tuntas.

Dalam kesempatan itu, dia minta kepada Bupati Pidie, untuk mengambil tindakan tegas terhadap manajemen RSU Chik Di Tiro, bila perlu Kepala ruang persalinan dicopot sebagai pertanggungjawaban.

“Apa yang kurang selama ini didapat oleh petugas medis, jasa medis BPJS sampai Rp 3 juta lebih per bulan. Untuk seorang dokter spesialis bisa didapat jasa medis Rp 30 juta lebih per bulannya,” kritiknya.

Jika tidak dilakukan investigasi hingga ada tindakan tegas dilakukan, maka kasus ini akan menjadi presiden buruk bagi pemerintah kabupaten Pidie khususnya dibidang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

“Ini harus disikapi serius serta tindakan tegas pimpinan terhadap petugas yang lalai sehingga membuat nyawa orang melayang.[](tyb)