IDI RAYEK – Abubakar (40), petani Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, yang dilaporkan hilang saat menggembala kerbau, ternyata tersesat di kawasan hutan Dusun Pulo Munta, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, karena mencari bunga untuk istrinya. 

Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Ade Candra, Senin, 5 Oktober 2020 dinihari, mengatakan Abubakar yang dilaporkan hilang sejak Jumat sore, telah ditemukan pada Ahad, sekira pukul 18.30 WIB.

Kepada polisi, Abubakar mengaku tersesat di dalam hutan selama tiga hari setelah selesai mengikat kerbau miliknya. “Setelah mengikat kerbau, Abubakar berniat mencari bunga untuk istrinya dengan mencoba masuk ke dalam kawasan hutan,” ujar Kapolsek.

Baca juga: Penggembala Hilang saat Ikat Kerbau di Pulo Munta

Ketika hendak kembali ke tempat awal ia mengikat kerbau, Abubakar lupa jalan. Sebab, ia melihat di dalam hutan tersebut banyak lorong/gang. Abubakar pun mencoba mengikuti jalan yang ia yakini. Namun, jalan tersebut tidak membawanya kembali ke tempat awal. Justru jalan yang ia lewati semakin membawanya jauh masuk ke dalam hutan.

“Abubakar pun terus mencoba untuk kembali. Namun, hal yang sama kembali dialami hingga berada di dalam hutan selama tiga hari,” kata Kapolsek mengutip keterangan Abubakar.

Pada hari ketiga, Ahad, 4 Oktober 2020, Abubakar mendengar suara sepeda motor. Dia lantas mencoba mengikuti arah suara sepeda motor tersebut. Sekira pukul 18.30 WIB, Abubakar berhasil bertemu dengan Ismail, yang merupakan abang sepupunya. Saat itu Ismail baru pulang dari ladang di daerah Alur Kermal, Desa Batu Sumbang.

“Melihat kondisi Abubakar dalam keadaan lemas, Ismail langsung membawa Abubakar kembali ke rumahnya,” ucap Kapolsek Simpang Jernih.[](rilis)