BerandaNewsTerpidana Ini Menangis saat Eksekusi Cambuk Ditunda

Terpidana Ini Menangis saat Eksekusi Cambuk Ditunda

Populer

BANDA ACEH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh melaksanakan eksekusi cambuk terhadap empat terpidana perkara khalwat yang melanggar Qanun Jinayat, di halaman Meunasah Gampong Rukoh, Kamis, 31 Januari 2019.

Di antara empat terpidana, seorang wanita berinisial MF (40) tertunduk lesu ketika jaksa membacakan keterangan tentang dirinya. MF dijatuhi hukuman 25 kali cambuk rotan atas perkara khalwat yang dilakukan di warung miliknya di daerah Geuceu Kaye Jato, 25 Oktober 2018 silam.

Setelah MF naik ke panggung, petugas medis yang memeriksa kondisi terpidana menyarankan agar eksekusi cambuk terhadap wanita paruh baya itu ditunda karena faktor kesehatan. Saran itu diterima jaksa.

“Terpidana memiliki riwayat pengapuran tulang belakang, sehingga kami harus menunggu surat keterangan dari dokter spesialis saraf. Kami (sarankan jaksa) harus menunda eksekusi cambuk,” kata seorang petugas kesehatan Puskesmas Kopelma Darussalam.

Setelah mendengar hal itu, MF lantas menangis sehingga harus dibantu oleh petugas Wilayatul Hisbah untuk turun dari panggung.

Salah seorang warga yang hadir menyaksikan pelaksanaan eksekusi cambuk mengatakan, hukuman tetap harus dilakukan walaupun harus menunggu keputusan dokter. “Tetap harus dilakukan (eksekusi). Tapi kita harus hargai keputusannya karena masalah kesehatan,” ujar Saudah, warga Rukoh.

Sedangkan eksekusi terhadap tiga terpidana perkara khalwat lainnya berjalan lancar. Mereka SR (35) 25 kali cambuk, dan pasangan mahasiswa AW (18) dan NS (18) masing-masing 20 kali cambuk.[](Jauhar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya