Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsTersangka Didor, Ini...

Tersangka Didor, Ini Kronologi Pembunuhan Sopir Grab di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe membekuk dua tersangka kasus pembunuhan sopir grab asal Medan, Sumatera Utara. Salah satu tersangka didor di bagian kakinya lantaran melawan saat ditangkap di kawasan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis, 26 Agustus 2021.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, saat konferensi pers di Mapolres setempat, Senin, 30 Agustus 2021, mengatakan kedua tersangka yang ditangkap itu berinisal MYS (29), warga Kabupaten Bireuen, dan ND (42), warga Kecamatan Karimun, Kepulauan Riau.

Menurut Eko, kasus pembunuhan itu terjadi 4 Juni 2021 di Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Namun, pengakuan tersangka bahwa korban CYH (58) dieksekusi di kawasan Kuta Makmur.

Kejadian berawal pada 2 Juni 2021, ND menghubungi korban meminta agar temannya (MYS) diantar ke Kota Langsa dari Medan.

Kemudian, lanjut Eko, pada 3 Juni 2021 korban menghubungi MYS setelah diberikan nomor ponsel ND. Saat itu, MYS berpura-pura baru pulang dari Malaysia dan hendak menuju Langsa.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, korban (sopir grab) menjemput tersangka MYS di depan Kantor Imigrasi Medan Jalan Gatok Subroto. Selanjutnya, korban dan tersangka MYS berangkat ke Langsa, saat itu korban aktif berbagi lokasi dengan anaknya. Tiba di Langsa, MYS meminta korban menjemput dua rekannya yakni ND dan LO (tersangka masuk daftar pencarian orang/DPO) di Simpang Komodor, Kota Langsa, dan korban diminta oleh ketiga tersangka untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Lhokseumawe dengan iming-iming ongkos ditambah Rp3 juta,” ujar Eko Hartanto.

Eko menambahkan, setiba di Gampong Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, korban sempat bertanya kepada pelaku “kenapa gelap sekali”. Lalu, ketiga tersangka menjerat leher korban dengan tali sabuk pengaman hingga tewas. Kemudian, tersangka ND mengambil alih kemudi dan membuang mayat korban di KM 31 Jalan Simang KKA-Gunung Salak. Tersangka MYS berhasil ditangkap tim Resmob Polres Lhokseumawe pada 10 Juni 2021, di Banda Aceh.

Selanjutnya, kata Eko, pada 26 Agustus 2021, tim yang di-back-up Polda Aceh dan jajaran Polda Jambi berhasil menangkap tersangka ND di Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. “Namun, saat hendak ditangkap tersangka ND melawan sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) di bagian kaki,” tuturnya.

“Barang bukti yang kita amankan dalam kasus ini yaitu satu unit mobil jenis Avanza warna silver dan pakaian korban. Tersangka dijerat dengan pasal 340 Jo Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” ucap Eko Hartanto.[](ril)

Baca juga: