LHOKSUKON – Antasafari, 29 tahun, salah satu tersangka kasus sabu Rp60 juta di Aceh Utara, meninggal dunia di ruang IGD Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM), Lhokseumawe, Rabu, 13 Januari 2015 pukul 16.15 WIB. Tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuhnya. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum.

Tersangka merupakan warga Gampông Suka Rame, Kecamatan Makmur, Bireuen. Ia ditangkap Satuan Narkoba Polres Aceh Utara bersama dua tersangka lainnya saat sedang melakukan transaksi jual beli sabu di Gampông Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Senin, 11 Januari 2015, sore.

Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Waka Polres Kompol Suwalto kepada portalsatu.com, Kamis, 14 Januari 2016, usai siang tadi, menyebutkan, kemarin Antasafari mengeluh sakit perut. Setelah sempat dibawa ke Puskesmas Lhoksukon, akhirnya ia dirujuk ke RSUCM.

“Ia sempat menjalani perawatan dan diinfus di IGD RSUCM. Bahkan kondisinya dikabarkan mulai membaik setelah sebelumnya sempat mengalami mual dan muntah dengan warna hijau kehitaman,” ujarnya.

Kompol Suwalto mengatakan, dalam perawatan di ruang IGD, Antasafari, berpamitan ke kamar mandi untuk BAB. Saat itu ia juga melepas sendiri infus di tangannya. Tiba-tiba Antasafari kembali ke tempat tidur dan langsung meninggal dunia.

“Terkait apakah ia ada riwayat penyakit dalam atau tidak, kami tidak tahu karena belum cek ke pihak keluarga. Namun, untuk itu rasanya lebih baik ditanyakan langsung ke pihak rumah sakit, mengingat mereka yang lebih mengerti. Kami juga masih menunggu hasil visum terkait penyakit yang dideritanya,” katanya.

Ditambahkan, sejauh ini pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas. Karena mereka sudah melihat langsung kondisi fisiknya. Mereka juga telah mendengar langsung keterangan yang diberikan dokter, bahwa tidak ada bekas kekerasan di tubuh almarhum Antasafari.

“Saat ini kami hanya sedang menunggu hasil visum penyakit dalam yang dideritanya. Jasadnya sudah dijemput pihak keluarga yang didampingi Kapolsek Suka Makmur. Sebagai bentuk belasungkawa, kami akan melakukan takziah ke rumah duka,” kata Kompol Suwalto.[](bna/*sar)