TAPAKTUAN – Keadaan situs sejarah di kompleks Makam Raja Trumon terlihat memprihatinkan.
Salah seorang turunan Raja Trumon, Teuku Raja Aceh, mengatakan, hal ini akibat pemeritah Aceh Selatan kurang memperhatiakan situs cagar budaya.
“Sekarang situs cagar budaya atau makam Raja Trumon di bawah kewenagan dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Selatan mulai pada Januari 2017. Pada sebelumnya situs cagar budaya di bawah dinas pariwisata Aceh Selatan,” kata Raja Aceh, Selasa, 25 Juli 2017.
Raja Aceh mengatakan, para pecinta sejarah dan pemerhati situs cagar budaya sudah beberapa kali menyampaikan pada dinas terkait secara lisan dan tulisan supaya menebang pohon beringin yang sangat besar di kompleks makam tersebut.
“Pohon beringin tersebut sudah membongkar makam, pohon itu harus ditebang sebelum terbongkarnya semua makam di sana, pemerintah harus tegas dalam pemelihara citus cagar budaya,” kata Raja Aceh.
Raja minta pada pemerintah Aceh Selatan harus serius menangapi situs cagar budaya dan adat istiadat yang ada, seperti hari besar adat yang ada ada di wilayah Aceh Selatan.
“Aceh Selatan punya banyak warisan sejarah yang ditinggal pada kita saat ini, maka kita harus melestarikannya. Selain sebagai identitas bangsa, itu juga dapat menarik para wisatawan asing,” kata Raja Aceh.[] (rel)



